Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 47 Satuan Pendidikan di Lamongan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Lamongan Tahun 2025 pada Jumat (6/3/2026) di SMP Negeri 1 Lamongan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat 47 satuan pendidikan di Kabupaten Lamongan menerima manfaat program revitalisasi, yang terdiri dari 20 SMP, 23 SD, dan 4 TK. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.

Acara peresmian dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang sekaligus memberikan sambutan utama. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Direktur SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Maulani Mega Hapsari. Hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan, di antaranya Yuhronur Efendi selaku Bupati Lamongan bersama Wakil Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan beserta jajarannya, serta sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas untuk semua. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan sarana fisik, tetapi juga penguatan kualitas guru dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Menurutnya, pada tahun 2025 pemerintah secara nasional telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah baru pada 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 85 persen revitalisasi telah selesai dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap lingkungan belajar yang layak dan berkualitas,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.

Untuk tahun 2026, pemerintah kembali menyiapkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna melanjutkan revitalisasi terhadap sekitar 11.744 satuan pendidikan. Bahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan penerima revitalisasi, sehingga pada tahun 2026 sedikitnya 71.000 satuan pendidikan akan memperoleh dukungan program tersebut.

Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mendistribusikan 288.865 Papan Interaktif Digital (PID) ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat kualitas guru melalui berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk pelatihan pembelajaran digital, penyediaan laptop bagi guru, serta pengenalan koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa Kabupaten Lamongan berpeluang memperoleh tambahan program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2026.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam saambutannya mengungkapkan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan menjadi dorongan penting bagi daerah dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan generasi masa depan.

“Hari ini bersama Bapak Menteri kita meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di Lamongan. Ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kita semua untuk terus berbakti pada dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi emas,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Menurut Yuhronur Efendi, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendorong proses pembelajaran yang lebih aktif.

Selain dukungan dari pemerintah pusat, Pemkab Lamongan juga terus menjalankan berbagai program pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui program Beasiswa Perintis yang hingga kini telah membantu hampir 8.000 siswa di Lamongan melanjutkan pendidikan mereka.

Pemerintah daerah juga menjalankan Program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) yang bertujuan membantu anak-anak putus sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan. Selain itu terdapat pula Gerakan Kesetaraan Belajar (Gertak Desa) yang dilaksanakan di desa-desa guna memperluas akses pendidikan masyarakat.

Melalui berbagai program tersebut, rata-rata lama sekolah masyarakat Lamongan pada tahun 2025 mencapai 8,73 tahun dengan indeks pendidikan sebesar 0,681. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tercatat sebesar 76,9, angka yang berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Safiudin, Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, mewakili kepala sekolah penerima manfaat revitalisasi dalam testimoninya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada dunia pendidikan di daerah. Program revitalisasi dinilai sangat membantu meningkatkan kualitas fasilitas sekolah dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik.

Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan satuan pendidikan di Kabupaten Lamongan semakin siap menciptakan lingkungan belajar yang modern, aman, dan berkualitas guna mencetak generasi unggul di masa depan.

Kontributor: M. Said