Hari Ketiga Longsor Trenggalek, Tim Gabungan Hancurkan Batu Raksasa di Jalur Nasional

Listen to this article

TRENGGALEK lintasjatimnews – Memasuki hari ketiga penanganan bencana longsor, Kamis (5/3/2026), tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek kembali melanjutkan upaya pembersihan material longsor di Kilometer 16 ruas Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo. Hingga saat ini, jalur penghubung utama antarwilayah tersebut masih tertutup total akibat timbunan material longsor berupa tanah, batu besar, dan pohon tumbang.

Sejak pagi hari, personel gabungan terus berjibaku melakukan pembersihan di titik longsoran. Anggota Koramil 0806-09/Tugu bersama unsur tim gabungan tampak bekerja secara bergotong royong menyingkirkan batang pohon yang tumbang serta membersihkan bangunan warung milik warga yang rusak akibat tertimbun material longsor di lokasi kejadian.

Komandan Koramil (Danramil) 0806-09/Tugu Kapten Inf Teguh Sasongko mengatakan, upaya penanganan longsor difokuskan pada pembersihan material berukuran besar yang menjadi penghambat utama proses pembukaan akses jalan. Selain personel di lapangan, tim juga mengerahkan dua unit alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material.

Menurutnya, alat berat tersebut digunakan untuk memindahkan material tanah serta menghancurkan batu berukuran besar yang berada di badan jalan. Proses penghancuran batu dilakukan menggunakan alat berat jenis breaker, mengingat ukuran batu yang cukup besar sehingga tidak memungkinkan untuk dipindahkan secara langsung.

“Dua unit alat berat kami fokuskan pada material longsor berupa batu besar yang harus dihancurkan terlebih dahulu menggunakan breaker agar dapat dipindahkan dari badan jalan,” ujar Kapten Teguh saat meninjau proses penanganan di lokasi longsor.

Ia menambahkan, kondisi cuaca di kawasan tersebut pada Kamis pagi terpantau mendung sehingga seluruh tim di lapangan diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama proses penanganan berlangsung. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya mempercepat proses pembersihan material longsor agar akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo dapat segera dibuka kembali. Hingga kini, petugas masih melakukan asesmen dan pemetaan area terdampak guna memastikan penanganan berjalan aman dan efektif.

Rporter: feri