SURABAYA lintasjatimnews – Dalam sejarah kerasulan Nabi Muhammad Saw, wahyu pertama yang diterima di Gua Hira menjadi tonggak penting dalam pembangunan peradaban Islam.
Perintah pertama yang Allah turunkan kepada Rasulullah Muhammad Saw. bukanlah shalat, zakat, atau puasa. Tetapi satu kata yang menggugah kesadaran dan membangun peradaban:
Wahyu tersebut adalah satu kata sederhana namun luar biasa dalam maknanya: Iqra’ — bacalah (QS. Al-‘Alaq: 1).
Perintah ini bukan hanya sekadar ajakan untuk membaca teks, tetapi juga sebuah deklarasi penting bahwa literasi adalah fondasi utama dalam ajaran Islam.
Menarik untuk dicermati bahwa perintah Iqra datang jauh sebelum perintah shalat lima waktu yang merupakan tiang agama.
Ini menunjukkan bahwa Islam mengawali proses transformasi umat manusia bukan dengan ritual, tetapi dengan pencerahan akal dan wawasan.
“Perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah literasi, adalah membaca. Maka membaca adalah fondasi paling dasar,” demikian sebuah pernyataan yang menggambarkan betapa pentingnya budaya membaca dalam Islam.
Dari sinilah Islam membangun karakter umat yang tidak hanya beriman, tetapi juga berpikir, menelaah, dan menggali ilmu untuk kebermanfaatan hidup.
Budaya literasi yang kuat akan melahirkan umat yang berpikiran kritis. Dalam perspektif Islam, sikap kritis sangat ditekankan.
Bukan dalam arti membantah atau menolak, melainkan kemampuan untuk memilah informasi, mengolahnya dengan baik, dan menyimpulkannya menjadi pemahaman yang utuh dan bernilai.
Sikap kritis itu penting. Ia bukan hanya mengumpulkan informasi, tapi bisa mengemasnya menjadi pemahaman yang bernilai,” ungkap salah satu pemerhati pendidikan Islam.
Literasi dalam Islam tidak boleh berhenti pada tahap mengetahui. Lebih dari itu, pengetahuan yang diperoleh harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Iqra adalah gerbang awal menuju amal yang bermanfaat.
Membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi harus melahirkan perubahan sosial, menghadirkan solusi atas problematika umat, dan memperkuat posisi Islam sebagai agama rahmat bagi semesta alam.
Hasil dari Iqra adalah manfaat. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat bagi orang lain. Maka literasi harus melahirkan solusi,
Pernyataan ini menegaskan bahwa tujuan akhir dari literasi adalah kebermanfaatan. Umat Islam dituntut untuk tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu dalam kerja nyata yang membawa maslahat.
Inilah akar literasi Islam yang harus terus dirawat dan dikembangkan dalam setiap generasi, agar Islam tetap hadir sebagai cahaya peradaban yang mencerahkan.
Nabi Muhammad Saw. Bersabda “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga (HR. Muslim)
Penulis Fathurrahim Syuhadi









