SURABAYA lintasjatimnews – Waktu adalah kehidupan. Siapa yang menyia-nyiakannya, berarti ia telah menyia-nyiakan hidupnya. Banyak orang sibuk mengejar dunia, namun melupakan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sebentar.
Setiap pagi, mentari kembali terbit dengan setia. Ia menyinari bumi, membangunkan alam, dan menyapa manusia untuk kembali melanjutkan kehidupan.
Sinar mentari bukan sekadar cahaya fisik, tetapi juga cahaya makna. Ia adalah pesan halus dari Allah Swt. bahwa waktu terus berjalan dan kehidupan adalah anugerah yang tak boleh disia-siakan.
Setiap sinar mentari adalah pesan dari Allah: jangan sia-siakan waktu, karena hidup ini terlalu singkat untuk dijalani tanpa makna.
Allah Swt berfirman “Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran (QS. Al-‘Ashr: 1-3)
Surah Al-‘Ashr adalah pengingat bahwa waktu adalah karunia sekaligus ujian. Siapa yang menyia-nyiakannya akan merugi, dan siapa yang mengisinya dengan iman dan amal akan beruntung. Waktu bukan sekadar angka pada jam, tetapi nyawa yang terus berkurang.
Rasulullah Saw bersabda “Ada dua kenikmatan yang banyak dilalaikan oleh manusia: kesehatan dan waktu luang (HR. Bukhari)
Hadis ini memperingatkan bahwa waktu luang adalah salah satu nikmat yang sering terabaikan. Banyak orang baru menyadari berharganya waktu ketika ia telah hilang.
Saat sakit, barulah ia merindukan sehat. Saat tua, barulah ia menyesali masa muda yang sia-sia.
Maka setiap pagi ketika mentari menyinari dunia, jangan hanya melihatnya sebagai fenomena alam. Pandanglah ia sebagai undangan untuk berbuat baik.
Sebagai panggilan untuk memperbaiki diri, dan sebagai cahaya yang mengingatkan bahwa hari ini adalah kesempatan yang mungkin tak datang kembali.
Allah Swt. mengingatkan dalam firman-Nya “Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan permainan dan senda gurau. Dan sungguh, negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, jika mereka mengetahui (QS. Al-Ankabut : 64)
Maka jangan habiskan hidup hanya untuk mengejar bayangan. Jadikan setiap waktu sebagai investasi akhirat. Sinar mentari yang terbit hari ini adalah bukti bahwa Allah masih memberimu kesempatan untuk berubah, memperbaiki, dan bermakna.
Jangan menunggu hari esok untuk menjadi lebih baik. Karena mentari esok belum tentu menyapamu. Hari ini, sekarang, adalah waktu terbaik untuk mengisi hidup dengan makna.
Hiduplah dengan tujuan, bekerjalah dengan iman, dan gunakan waktumu seperti kau tahu bahwa hidup ini akan segera berakhir.
Sinar mentari bukan hanya tanda pagi, tapi juga tanda bahwa Allah masih memberimu waktu. Maka jangan sia-siakan. Isi dengan iman, amal, dan cinta kepada-Nya.
Sinar matahari adalah undangan Allah untuk bangkit, melangkah, dan hidup dengan tujuan. Jangan biarkan hari berlalu tanpa amal; karena satu hari tanpa makna adalah satu langkah menjauh dari tujuan hidup.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









