Bangun Etos Kerja Berbasis PHIWM, 125 Guru Muhammadiyah Brondong Ikuti Baitul Arqom dengan Antusias

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Sebanyak 125 guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah se-Kecamatan Brondong mengikuti kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Brondong. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Brondong pada pekan pertama Ramadhan atau pekan ketiga Februari 2026.

Baitul Arqom merupakan bentuk pelatihan perkaderan di lingkungan Muhammadiyah yang dilaksanakan sekurang-kurangnya selama dua hari. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ideologi, militansi, dan komitmen kader dalam menjalankan amanah persyarikatan, termasuk di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Dalam forum tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PD Muhammadiyah Lamongan, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Etos Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan AUM sesuai PHIWM”. Materi ini menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah) dalam budaya kerja guru dan tenaga kependidikan.

PHIWM Bukan Sekadar Aturan, tapi Komitmen Moral

Dalam paparannya, Said menegaskan bahwa PHIWM adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman perilaku warga Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

“Bekerja di Muhammadiyah bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi bagian dari gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Di AUM, kita bukan hanya pekerja, melainkan kader persyarikatan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, etos kerja tinggi bagi guru dan tenaga kependidikan merupakan keniscayaan karena AUM adalah wajah Muhammadiyah. Kualitas pelayanan pendidikan mencerminkan kualitas ideologi dan komitmen gerakan.

Landasan Wahyu dan Profesionalisme

Dalam penyampaian materi, Said menguatkan pentingnya bekerja keras dan profesional sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 105 tentang perintah bekerja, serta QS. Al-Hashr ayat 18 tentang orientasi masa depan. Ia juga mengutip hadis riwayat Thabrani tentang pentingnya bekerja secara itqan (profesional dan sungguh-sungguh).

Menurutnya, etos kerja warga Muhammadiyah harus memadukan empat karakter utama: ikhlas, ihsan, itqan, dan uswah hasanah (keteladanan).

“Kesalehan ritual seperti shalat dan dzikir harus beriringan dengan kesalehan sosial berupa profesionalisme di tempat kerja. Jika salah satunya hilang, gerakan akan timpang,” ujarnya.

Strategi Implementasi di Sekolah

Untuk mengubah teori menjadi aksi nyata, Said menawarkan beberapa strategi implementasi, antara lain:
1. Internalisasi Ideologi melalui penguatan kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) secara rutin.
2. Budaya Organisasi Sehat dengan sistem reward and punishment yang adil serta keteladanan pimpinan.
3. Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan sebagai wujud long life education.
4. Digitalisasi dan Efisiensi Kerja, bekerja cerdas (work smart) bukan sekadar bekerja lama.

Ia juga memaparkan contoh praktik nyata di AUM, seperti disiplin hadir sebelum bel berbunyi, inovasi pembelajaran tanpa menunggu instruksi, serta pelayanan ramah kepada siswa dan wali murid dengan prinsip sidiq, tabligh, amanah, dan fathonah.

KPI Berbasis Nilai dan Spirit Al-Ma’un

Menariknya, dalam forum tersebut juga diperkenalkan draf Indikator Kinerja Utama (KPI) Guru dan Tendik AUM berbasis nilai PHIWM dan profesionalisme. KPI tersebut mencakup lima dimensi: ideologi dan Al-Islam, profesionalisme (itqan), keteladanan, loyalitas dan pengabdian, serta pengembangan diri.

Evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung dimensi spiritual dan ideologis melalui evaluasi mandiri, penilaian sejawat, serta supervisi ideologi oleh Majelis Dikdasmen.

Said menutup materinya dengan rumus “3-Logi” bagi guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah:

  1. Teologi: Niat bekerja hanya karena Allah.
  2. Ideologi: Menguatkan dakwah dan kejayaan Muhammadiyah.
  3. Sosiologi: Memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme peserta. Forum Baitul Arqom ini diharapkan menjadi momentum penguatan etos kerja berbasis nilai Islami dalam rangka menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berkarakter.

Kontributor: M. Said