JAKARTA lintasjatimnews – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni meraih penghargaan Excellence in Regional Financial Governance 2026 dalam ajang bergengsi Indonesia Top Achievements of The Year (ITAY) 2026. Penghargaan bertema “Transforming for Reinventing Indonesia” tersebut diserahkan langsung oleh Komisaris Metro TV Suryopratomo sebagai bentuk pengakuan atas keberanian dalam memperbaiki sistem dan menciptakan inovasi bagi bangsa.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk Kementerian Dalam Negeri khususnya untuk teman-teman di Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah dan tentu untuk pemerintah daerah,” ungkap Fatoni saat memberikan sambutan kemenangan pada ajang ITAY 2026 di Studio Grand Metro TV, Jakarta, Jumat (20/2/2026) malam.
Fatoni turut menyampaikan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian atas arahannya, serta kepada seluruh kepala daerah yang telah bersinergi menciptakan tata kelola keuangan yang akuntabel, efektif, dan efisien.
Ia menegaskan bahwa tata kelola keuangan daerah tidak hanya berfokus pada uang, melainkan juga mengoptimalkan pengelolaan BUMD, BLUD, Barang Milik Daerah (BMD), serta pemanfaatan sumber pendapatan lainnya secara kreatif.
Untuk menjamin transparansi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sambungnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuda secara konsisten memperkuat implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI). Ia menjelaskan, instrumen transformasi digital tersebut bertujuan memastikan setiap rupiah dipertanggungjawabkan dan digunakan tepat sasaran untuk memperbaiki pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai informasi, penilaian ITAY 2026 dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri dari Guru Besar FISIP Universitas Indonesia Ricardi S. Adnan, konsultan Pratiksi PR dan penulis buku Corporate Reputation Hifni Alifahmi, Guru Besar dan Dekan FIKES UIN Jakarta Zilhadia, Guru Besar FIA Universitas Indonesia Martani Huseini, serta jurnalis senior dan Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo.
Dalam prosesnya, para juri merujuk pada lima kriteria utama, yakni prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi bagi masyarakat.
Reporter: ahmadhp








