Rajut Silaturahmi, Jaga Damai Kampung Pesilat

Listen to this article

MADIUN lintasjatimnews – Pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri di Kabupaten Madiun, tetapi telah menjadi identitas budaya yang melekat kuat di tengah masyarakat. Dengan sedikitnya 14 perguruan pencak silat yang tumbuh dan berkembang, daerah ini pun dikenal luas sebagai Kampung Pesilat Indonesia.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Muspika Kecamatan Geger menggelar silaturahmi bersama para ketua ranting perguruan pencak silat dan kepala desa se-Kecamatan Geger. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Nglandung, Kecamatan Geger.

Silaturahmi yang mengusung semangat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif ini dihadiri Camat Geger Dodi Setiawan, Danramil 0803-11/Geger Kapten Inf Muslikin, Kapolsek Geger AKP Dadang, para kepala desa, serta ketua ranting perguruan pencak silat.

Danramil 0803-11/Geger Kapten Inf Muslikin menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi antarperguruan maupun dengan unsur pemerintah. Menurutnya, para pendekar memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Sesuai marwahnya, seorang pendekar sejatinya menjadi penjaga keamanan dan ketenteraman. Karena itu, soliditas dan persaudaraan harus terus kita tingkatkan demi menjaga Kabupaten Madiun tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial dan berpotensi memecah belah persaudaraan.

“Bijaklah dalam menyikapi informasi. Jangan sampai kita teradu domba oleh berita hoaks yang dapat merusak persatuan,” tegasnya.

Melalui silaturahmi ini, Muspika Geger berharap terjalin komunikasi yang lebih erat antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan para pendekar. Dengan dialog dan kebersamaan, potensi konflik dapat dicegah sejak dini, sehingga Kecamatan Geger tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan harmonis.

Reporter: andik