LAMONGAN lintasjatimnews – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Lamongan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dalam rangka Tahun Ajaran 2025–2026. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan madrasah yang secara khusus diikuti oleh seluruh siswa kelas 6, yakni kelas 6A, 6B, dan 6C, dengan jumlah total 51 siswa yang terdiri dari 22 siswa putra dan 29 siswa putri, Sabtu (31/1/2026)
Bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan berbagi, melainkan menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter sekaligus ritual transisi bagi siswa kelas akhir. Melalui kegiatan ini, para siswa yang sebentar lagi akan lulus dibekali pengalaman nyata tentang kepedulian, tanggung jawab sosial, dan pengabdian kepada masyarakat sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Kegiatan bakti sosial dilepas secara resmi oleh Kepala MIN 2 Lamongan Dwi Atmojo, S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa bakti sosial merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, dan akhlak mulia. “Kami berharap anak-anak tidak hanya lulus dengan prestasi akademik, tetapi juga membawa bekal karakter yang kuat, empati, serta semangat berbagi,” ujarnya.
Bakti sosial tahun ini dilaksanakan di Desa Mungli dan Desa Padanarang, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Fokus kegiatan adalah kerja bakti membersihkan dua masjid yakni Masjid Mungli dan Masjid Padanarang. Dengan penuh semangat, para siswa bersama guru pendamping membersihkan lingkungan masjid sebagai wujud pengabdian dan kepedulian terhadap fasilitas ibadah masyarakat.
Guru-guru yang mendampingi kegiatan ini antara lain Anshori, S.Pd., Abdul Rosyid, S.Ag., Thoha, S.Pd., Drs. Solichuddin, Ahmad Zainuddin, S.Pd.I., Heri Siswantoro, S.Pd., dan Nurul Afifah, S.Pd. Kehadiran para pendidik tersebut semakin menguatkan nilai kebersamaan dan keteladanan dalam kegiatan sosial ini.
Menurut Anshori, S.Pd., selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, bakti sosial merupakan sarana pembelajaran nyata bagi siswa kelas 6. “Kami ingin nilai-nilai kepramukaan seperti gotong royong, kepedulian, dan pengabdian tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar dipraktikkan. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi ujian akhir Pramuka Penggalang,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan bakti sosial, para siswa melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengikuti ujian tulis Pramuka Penggalang di Pantai Kelapa Desa Palang Kabupaten Tuban.
“Kegiatan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian kepramukaan siswa kelas 6 MIN 2 Lamongan. Dengan demikian, mereka meninggalkan madrasah tidak hanya dengan bekal akademik, tetapi juga pengalaman sosial dan nilai-nilai kepramukaan yang utuh,” pungkas Anshori, S.Pd
Reporter Fathurrahim Syuhadi








