Pembelajaran Menyenangkan dalam Spirit Aktif, Kompetitif, dan Inovatif di STITM Paciran

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Pembelajaran yang menyenangkan bukan sekadar jargon, melainkan menjadi denyut nadi kehidupan akademik di Kampus STIT Muhammadiyah (STITM) Paciran. Prinsip ini terus dihidupkan melalui spirit pembelajaran Aktif, Kompetitif, dan Inovatif yang menjadi ciri khas kampus dalam membangun atmosfer akademik yang dinamis dan humanis.

Dosen STITM Paciran Maftuhah, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran menyenangkan merupakan kunci untuk membangkitkan partisipasi dan daya pikir mahasiswa. Menurutnya, suasana belajar yang hidup akan membuat mahasiswa merasa terlibat secara utuh, tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga emosional dan intelektual, Jum’at (29/1/2026)

“Pembelajaran yang menyenangkan itu bukan berarti tanpa tantangan. Justru di dalamnya ada proses berpikir, berdialog, dan menemukan makna. Ketika mahasiswa merasa dihargai dan dilibatkan, maka belajar menjadi pengalaman yang membahagiakan dan berkesan,” ujar Maftuhah,

Ia menjelaskan, spirit aktif di STITM Paciran diwujudkan dengan menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk bertanya, berdiskusi, mempresentasikan gagasan, hingga terlibat dalam studi kasus dan praktik lapangan. Dengan pendekatan tersebut, ruang kelas tidak lagi bersifat satu arah, melainkan menjadi ruang dialog yang hidup.

“Mahasiswa bukan gelas kosong yang hanya menerima isi. Mereka memiliki pengalaman, pemikiran, dan potensi yang harus digali. Tugas dosen adalah memfasilitasi agar potensi itu tumbuh,” jelas ibu satu putra ini

Sementara itu, budaya kompetitif dibangun secara sehat sebagai upaya mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri. Kompetisi dimaknai sebagai ajang berlomba dalam prestasi dan kebaikan, bukan saling menjatuhkan. Melalui tugas-tugas menantang, karya ilmiah, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan, mahasiswa dilatih untuk berani tampil dan bertanggung jawab atas karyanya.

“Kompetisi yang sehat akan melatih mental, disiplin, dan kepercayaan diri mahasiswa. Dari situ mereka belajar menghadapi tantangan dan mengelola potensi diri secara positif,” ungkap Maftuhah.

Adapun spirit inovatif menjadi roh pembaruan dalam pembelajaran agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi digital, media audio-visual, platform pembelajaran daring, hingga pendekatan kontekstual terus dikembangkan di STITM Paciran. Inovasi juga tampak dalam integrasi nilai-nilai keislaman dengan realitas sosial, sehingga ilmu tidak berhenti pada tataran teori.

“Pembelajaran harus kontekstual. Ilmu yang dipelajari mahasiswa harus bisa menjawab persoalan nyata di masyarakat. Di situlah pembelajaran menjadi bermakna,” tambah Wakil Ketua STIT Muhammadiyah Paciran ini.

Menurut Maftuhah, pembelajaran menyenangkan lahir dari pertemuan antara metode yang tepat, suasana yang kondusif, dan relasi dosen-mahasiswa yang humanis.

“Dengan semangat Aktif, Kompetitif, dan Inovatif, STIT Muhammadiyah Paciran berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi umat dan bangsa,” pungkas kandidat Doktor dari UMM ini

Reporter Fathurrahim Syuhadi