LAMONGAN lintasjatimnews – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat kembali menggelar Pengajian Jumpa atau Pengajian Jum’at Pagi pada Jum’at (30/1/2016) di Masjid At-Taqwa Tanggulrejo. Kegiatan rutin ini diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan dan menjadi ruang penguatan ruhani sekaligus peneguhan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian kali ini menghadirkan penceramah Kyai M. Anwar, M.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Dalam tausiahnya, Kyai Anwar mengangkat tema Mensyukuri Nikmat Allah Swt, sebuah tema yang sederhana namun sangat mendasar dalam kehidupan seorang mukmin.
Kyai Anwar mengingatkan bahwa nikmat Allah Swt yang diberikan kepada manusia jumlahnya tidak terhitung. Bahkan, manusia tidak akan mampu menghitung dan menuliskannya, betapapun besar daya dan upaya yang dimiliki.
“Bila kita menulis nikmat Allah Swt niscaya tidak akan habis air laut sebagai tintanya. Hal ini menunjukkan betapa banyaknya nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya,” tutur Kyai Anwar di hadapan jamaah.
Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah Swt dalam Al-Qur’an
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34)
Menurut Kyai Anwar, rasa syukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap hidup, ketaatan, serta penggunaan nikmat Allah untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Syukur yang benar akan melahirkan ketenangan hati dan menjauhkan manusia dari sifat kufur nikmat.

Selain membahas syukur, Kyai Anwar juga menekankan pentingnya ilmu dan akhlak mulia sebagai bekal utama kehidupan. Ia menegaskan bahwa ilmu tanpa akhlak akan kehilangan makna, sementara akhlak tanpa ilmu akan kehilangan arah.
“Orang yang memiliki ilmu dan akhlak yang baik akan dihormati oleh sesamanya. Bahkan Allah Swt sendiri akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu,” jelas Dosen STAIM Paciran ini
Hal ini selaras dengan firman Allah Swt “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”(QS. Al-Mujadilah: 11)
Dalam tausiahnya, Kyai Anwar juga menyinggung adab penting yang kerap dilupakan, yakni menghormati guru. Ia menegaskan bahwa keberkahan ilmu sangat ditentukan oleh sikap hormat murid kepada guru.
“Ilmu itu bukan hanya soal apa yang kita dengar dan catat, tetapi bagaimana adab kita kepada guru. Menghormati guru adalah kunci agar ilmu yang diterima benar-benar bermanfaat,” tegas pengajar di Ponpes Karangasem Paciran ini
Pesan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah Saw “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang lebih muda.” (HR. Ahmad)
Pengajian Jum’at Pagi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran jamaah untuk terus mensyukuri nikmat Allah Swt memperbaiki akhlak, serta menjaga adab dalam menuntut ilmu. Dengan demikian, pengajian tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana pembentukan pribadi muslim yang berilmu, berakhlak, dan bersyukur.
Reporter Fathurrahim Syuhadi








