TRENGGALEK lintasjatimnews – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Trenggalek. Kali ini, angin puting beliung menerjang wilayah Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kamis (29/1/2026). Hembusan angin kencang yang datang secara tiba-tiba tersebut mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya tujuh rumah warga, terutama pada bagian atap berbahan asbes dan seng.
Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat sebagian warga tengah beraktivitas di dalam rumah. Angin berputar dengan kekuatan tinggi merusak atap rumah dan menerbangkan material bangunan ke sejumlah titik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat membuat warga panik dan mengalami kerugian materiil.
Mendapatkan laporan adanya bencana di wilayah desa binaannya, Babinsa Desa Karanganom, Serka Ahyaul Adnan, bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Ia bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Trenggalek dari Kecamatan Durenan langsung melakukan peninjauan serta pendataan dampak kerusakan.
Serka Ahyaul Adnan menjelaskan bahwa angin puting beliung melanda secara lokal namun berdampak signifikan. Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, tercatat tujuh rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan hingga rusak sedang.
Rumah warga yang terdampak masing-masing milik Iyas, Binti Marwiyah, Tamsir, dan Ngapipah yang berada di RT 17 RW 18. Selain itu, kerusakan juga dialami rumah milik Asrori, Sujarwo, dan Sunarji yang beralamat di RT 15 RW 18 Desa Karanganom, Kecamatan Durenan.
“Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang terlepas akibat terpaan angin kencang. Material asbes dan seng beterbangan, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan warga,” ujar Serka Ahyaul Adnan di lokasi kejadian.

Petugas gabungan Babinsa dan TRC BPBD Kecamatan Durenan segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat. Upaya tersebut meliputi pengamanan lokasi, pembersihan puing-puing bangunan, serta memastikan tidak ada warga yang mengalami luka akibat bencana tersebut.
Selain itu, Babinsa bersama petugas BPBD juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya angin puting beliung yang rawan terjadi pada musim penghujan.
“Warga diharapkan mengamankan barang-barang di sekitar rumah dan memperhatikan kondisi bangunan, terutama atap, guna meminimalkan risiko kerusakan apabila terjadi angin kencang,” tegasnya.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Trenggalek masih melakukan koordinasi lanjutan terkait penanganan pascabencana serta kemungkinan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Pemerintah daerah juga terus mengingatkan masyarakat agar responsif terhadap perubahan cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.
Reporter: feri








