Pokja PWI Jakarta Timur Matangkan Program Kerja 2026, Fokus Sinergi dan Kegiatan Sosial

Listen to this article

JAKARTA lintasjatimnews – Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wali Kota Jakarta Timur menggelar rapat perdana awal tahun 2026 di Ruang Rapat Blok A Lantai 2 Asisten Pemerintahan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung Plt. Ketua Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur, Rudolf Simbolon, dan dihadiri seluruh jajaran anggota Pokja. Agenda utama rapat membahas program kerja Pokja PWI Jakarta Timur yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Dalam arahannya, Rudolf mengajak seluruh anggota untuk memperkuat sinergi dan kekompakan dalam menjalankan program-program yang akan mulai direalisasikan pada Februari mendatang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan. Rapat ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan. Saya berharap di tahun 2026 ini kita semakin solid dan bersinergi, terutama dalam menjalankan program unggulan Pokja,” ujar Rudolf.

Rudolf menyampaikan, salah satu program prioritas yang akan segera dilaksanakan adalah kegiatan sosial kemasyarakatan, seiring mendekati bulan suci Ramadhan.

“Kita akan melaksanakan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan santunan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Timur. Ini menjadi wujud kepedulian dan kontribusi nyata Pokja PWI kepada masyarakat,” katanya.

Adapun pada tahun 2026, Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur mengusung Program SINERGI yang mencakup enam pilar utama, yakni sosialisasi, informasi, edukasi, riset, gerakan, dan inovasi.

Pada pilar sosialisasi, PWI Jakarta Timur akan memperkenalkan peran, fungsi, serta tanggung jawab wartawan dan organisasi PWI kepada masyarakat. Selain itu, Pokja PWI berkomitmen mendukung Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam menyebarluaskan kebijakan dan program pembangunan melalui pemberitaan yang positif, edukatif, dan berimbang.

Di bidang informasi, program SINERGI difokuskan pada penguatan arus informasi publik yang akurat dan terpercaya. Kegiatan meliputi edukasi masyarakat dalam menangkal hoaks, peningkatan literasi media, serta penguatan jejaring komunikasi antara media dan instansi pemerintah daerah.

Sementara itu, pilar edukasi diwujudkan melalui program “Jurnalistik Goes to School” yang menyasar pelajar. Program ini bertujuan menumbuhkan minat dan pemahaman dunia jurnalistik, meliputi penulisan berita, teknik foto dan video, keterampilan presenter, serta etika jurnalisme. Pokja PWI juga akan menggelar edukasi publik terkait bahaya perundungan, tawuran, minuman keras, dan penyalahgunaan obat-obatan.

Pada aspek riset, Pokja PWI Jakarta Timur akan melakukan survei ringan terkait isu-isu lokal, seperti pelayanan publik, kebersihan lingkungan, keamanan, dan ketertiban. Hasil riset tersebut akan menjadi bahan pemberitaan sekaligus rekomendasi bagi Pemerintah Kota.

Pilar gerakan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, di antaranya bakti sosial, santunan, pemeriksaan kesehatan gratis, kerja sama dengan LBH PWI Jaya untuk konsultasi hukum gratis, serta kegiatan olahraga, seni, dan budaya. Selain itu, Pokja PWI juga merencanakan diskusi publik dan seminar sesuai isu aktual di Jakarta Timur.

Sedangkan pada pilar inovasi, Pokja PWI Jakarta Timur berfokus pada peningkatan profesionalisme wartawan melalui pelatihan jurnalistik dan pemanfaatan media digital. PWI juga berencana melatih Karang Taruna di tingkat kelurahan se-Jakarta Timur dalam pengelolaan website atau blog kelurahan sebagai sarana publikasi kegiatan warga dan potensi daerah.

Melalui Program SINERGI tersebut, Rudolf berharap Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur dapat hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat di wilayah Jakarta Timur.

“Dengan pendekatan kolaboratif ini, saya berharap Pokja PWI Jakarta Timur dapat berkontribusi membangun komunikasi publik yang cerdas, berimbang, serta menjunjung tinggi etika dan integritas jurnalistik,” pungkas Rudolf.

.(Redaksi)