Hadapi Dinamika Media Nasional, MIO Indonesia Gandeng Tokoh Pergerakan Bidang Bantuan Hukum

Listen to this article

JAKARTA lintasjatimnews – Media Independen Online (MIO) Indonesia terus memperkuat langkah strategis dalam menyikapi dinamika dan tantangan ekosistem media nasional yang kian kompleks. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan sinergi dengan berbagai elemen dan lembaga lintas sektor, termasuk tokoh pergerakan yang kini fokus pada penguatan akses keadilan melalui lembaga bantuan hukum.

Komitmen tersebut tercermin dalam pertemuan antara Ketua Umum Pengurus Pusat MIO Indonesia, AYS Prayogie, dengan Ical Syamsudin, yang berlangsung di kantor Ical di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2026).

Pertemuan ini diinisiasi oleh Ketua MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Gito Ricardo yang akrab dipanggil bang Edo, sebagai bagian dari ikhtiar memperluas jejaring strategis organisasi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu krusial terkait kondisi ekosistem media saat ini, mulai dari tantangan independensi pers, perlindungan hukum bagi insan media, hingga pentingnya kolaborasi antara organisasi media dan lembaga bantuan hukum dalam menghadapi persoalan hukum yang kerap menimpa jurnalis dan perusahaan pers.

AYS Prayogie menegaskan bahwa MIO Indonesia memandang sinergi lintas sektor sebagai kebutuhan mendesak di tengah perubahan lanskap media yang dipengaruhi oleh disrupsi digital, tekanan ekonomi, serta meningkatnya risiko hukum dalam praktik jurnalistik.

“Media tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan kerja sama dengan elemen-elemen strategis, termasuk lembaga bantuan hukum dan tokoh pergerakan, agar ekosistem pers tetap sehat, berintegritas, dan terlindungi secara hukum,” ujar AYS.

Sementara itu, Ical Syamsudin yang dikenal memiliki latar belakang panjang di dunia kewartawanan, aktivisme sosial, dan politik, menyampaikan bahwa fokus pengabdiannya saat ini berada pada penguatan peran lembaga bantuan hukum dalam membela kepentingan masyarakat serta kelompok rentan, termasuk insan pers.

Dalam diskusi tersebut, Ical juga menyatakan kesiapannya untuk terlibat dan bergabung dalam jajaran kepengurusan teras Pengurus Pusat MIO Indonesia, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat sinergi antara organisasi media dan lembaga bantuan hukum.

Langkah ini dinilai sejalan dengan semangat MIO Indonesia untuk membangun organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman, sekaligus memperluas basis dukungan moral dan struktural bagi media independen di Indonesia.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa silaturahmi dan kolaborasi lintas peran merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan bersama, demi menjaga marwah pers dan memperkuat keadilan sosial di tengah masyarakat.

Reporter : Bainanah & Irma