YOGYAKARTA lintasjatimnews – Guna memperkokoh kolaborasi, koordinasi, serta sinergi antar-Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan pembinaan dan koordinasi internal. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di El Hotel Malioboro, Yogyakarta, mulai Kamis hingga Sabtu (15-17/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Drs. H. Shodikin, M.Pd., yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan, Kabid SMP Nunggal Isbandi, S.Pd., M.Pd., Kabid GTK Hj. Sri Utami, S.Pd., M.Pd., serta jajaran Kabid SD, Kabid PAUD dan Dikmas, para Kasi, staf, hingga perwakilan organisasi mitra seperti MKKS, K3KS, Korwil, dan Himpaudi.
Momen Haru Purnatugas dan Pamit Kenal
Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti acara saat sesi “Pamit Pisah”. Dinas Pendidikan sengaja menghadirkan mantan Sekretaris Dinas yang kini berpindah tugas ke Dinas Sosial, serta mantan Kabid SD dan pegawai yang telah memasuki masa purnatugas.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang mereka, diberikan tali asih sebagai kenang-kenangan.
Dalam sambutannya, Drs. H. Shodikin, M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam.
“Terima kasih atas segala dedikasi dan karya nyata yang telah diberikan selama mengabdi di Dinas Pendidikan. Semoga silaturahmi tetap terjaga meski raga tak lagi satu kantor,” ungkap Shodikin.

Filosofi “Dapur dan Etalase” Pendidikan
Dalam sesi pembinaan, Kadin Pendidikan Lamongan menekankan pentingnya melayani masyarakat dengan hati. Ia menyebut ASN di sektor pendidikan adalah Khodamul Ummah (pelayan umat).
“Kita ditakdirkan Allah sebagai pelayan masyarakat. Jika kita berkhidmah dengan hati dan didasari keikhlasan, insyaallah kita akan mendapatkan dua hal sekaligus: Ajro (pahala) dan Ujro (upah),” tegasnya.
Beliau mengibaratkan Dinas Pendidikan sebagai sebuah rumah besar. Bagian kantor atau sekretariat adalah “Dapur” tempat mengelola perencanaan dan anggaran. Sementara itu, para Kabid, Kasi, staf, hingga satuan pendidikan adalah “Etalase” pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Pentingnya Ikhlas dan Syukur
Lebih lanjut, Shodikin mengingatkan agar seluruh jajaran menghindari sifat sombong dan tidak cepat puas. Ia mengutip filosofi tentang ilmu dan amal.
“Celakalah semua orang kecuali mereka yang berilmu. Yang berilmu pun bisa rusak jika tidak diamalkan, dan amal itu bisa sia-sia jika tidak didasari keikhlasan. Kuncinya adalah syukuri apa yang kita terima dengan cara membangun lingkungan dan budaya kerja yang baik,” tambahnya.
Segarkan Pikiran dengan Outbound
Selain agenda formal, kegiatan ini juga diisi dengan program refreshing untuk menyegarkan pikiran para peserta. Rombongan dijadwalkan mengunjungi destinasi Wisata Picniq serta mengikuti kegiatan outbound Adventure Jeep Offroad yang diharapkan mampu semakin memupuk kekompakan tim di lapangan.
Kontributor: M. Said








