LAMONGAN lintasjatimnews – SMP Negeri 3 Babat menggelar kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kamis (15/1/2026) atau bertepatan dengan 26 Rajab 1447 H. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat di Aula SMPN 3 Babat dan diikuti seluruh murid serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Kegiatan PHBI ini menghadirkan penceramah Masro’in Assafani, M.A., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Acara diawali dengan sambutan Kepala SMP Negeri 3 Babat, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Muhammad Said menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj merupakan bagian dari program sekolah sekaligus program OSIS yang rutin dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari aktivitas kokurikuler untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan murid tentang sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj melalui narasumber kemitraan yang kompeten.
“Melalui kegiatan PHBI ini, sekolah berharap peserta didik tidak hanya memahami peristiwa sejarah Isra’ Mi’raj, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai spiritual dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, terlebih menjelang Bulan Suci Ramadhan,” ujarnya.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Masro’in Assafani mengajak para murid untuk memahami Isra’ Mi’raj dengan cara yang sederhana dan mudah diingat. Ia mengawali tausiyah dengan mengajak seluruh peserta mengangkat telapak tangan dan menghitung ruas jari. Dari penjelasannya, telapak tangan manusia memiliki 19 ruas, yang kemudian dikaitkan dengan jumlah huruf dalam lafaz bismillahirrahmanirrahim.
“Basmalah terdiri dari 19 huruf. Telapak tangan kita pun memiliki 19 ruas. Ini mengajarkan kepada kita agar setiap akan makan, memulai aktivitas, selalu membaca basmalah,” jelasnya.
Masro’in juga mengaitkan lima jari pada telapak tangan dengan kewajiban shalat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Ia menjelaskan bahwa Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha.
Dalam riwayat perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW melewati tujuh lapis langit dan bertemu para nabi. Di langit pertama, Nabi bertemu Nabi Adam AS; langit kedua bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS; langit ketiga bertemu Nabi Yusuf AS yang dikenal dengan ketampanan wajahnya; langit keempat bertemu Nabi Idris AS; langit kelima bertemu Nabi Harun AS; langit keenam bertemu Nabi Musa AS; dan di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim AS.
“Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat sebanyak 50 waktu. Namun atas nasihat Nabi Musa AS, jumlah tersebut dikurangi hingga akhirnya menjadi lima waktu,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa shalat lima waktu tersebut selaras dengan lima jari pada telapak tangan manusia, yang kembali dihubungkan dengan 19 ruas jari dan bacaan basmalah. Menurutnya, hal itu menjadi pengingat bahwa ibadah shalat harus senantiasa melekat dalam kehidupan seorang muslim.
Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj dan penyambutan Ramadhan ini diharapkan mampu menumbuhkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga SMP Negeri 3 Babat, serta menjadi bekal spiritual bagi para murid dalam menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Kontributor: M. Said









