SURABAYA lintasjatimnews – Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Arif Irwansyah didampingi para Wakil Direktur menghadiri Taklimat Presiden Republik Indonesia, yang dihelat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Acara yang diikuti ratusan pimpinan perguruan tinggi dan guru besar ini menjadi refleksi bersama perguruan tinggi di Indonesia terkait tantangan sekaligus potensi SDM di Indonesia.
“Bapak Presiden Prabowo menegaskan bahwa perguruan tinggi dan para guru besar diharapkan memberikan peran yang signifikan dengan mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan global. Di tengah dinamika dan pergeseran geopolitik global, kemandirian bangsa menjadi hal penting,”kata Arif melalui saluran telepon siang ini.
Menurut Arif, ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama, ditengah isu penetapan status otonomi perguruan tinggi. “Semua perguruan tinggi diharapkan memberikan layanan dengan kualitas yang baik tanpa menambah beban biaya kepada masyarakat. Dan ini menjadi tantangan kami di Perguruan tinggi, yang diamanahi agar senantiasa meningkatkan kualitas. Sehingga diharapkan dapat mencetak SDM unggul sebagaimana arahan Bapak Presiden,”terang beliau.
Arif pun menuturkan kontribusi PENS selama ini dalam korelasinya mendukung peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Tanpa menambah beban biaya kepada masyarakat dan mahasiswa, sejak tahun 2007, PENS telah memulai Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Program ini merupakan implementasi dukungan perluasan akses pendidikan di sektor keteknikan Elektronika beserta ilmu turunannya.
Program PJJ PENS ini merupakan program yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia melalui pendidikan lanjutan bagi lulusan SMA, SMK dan MA. Kegiatan pembelajaran program PJJ sangat akomodatif dilakukan dengan mengintegrasikan sistem perkuliahan tatap muka dan/atau termediasi mata kuliah teori, tatap muka kuliah praktikum, penugasan terstruktur, dan pembelajaran mandiri.
Dengan opsi waktu pembelajaran sore hingga malam, memungkinkan mahasiswa bekerja untuk mengikuti perkuliahan berbasis project base learning, dengan mengangkat permasalahan yang ada di Industri, maupun di masyarakat.

“Kami juga mengupayakan untuk selalu update, baik itu dari sisi kurikulum maupun pembukaan beberapa prodi baru di jenjang Sarjana Terapan, di antaranya Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur, Bisnis Digital dan Teknologi Rekayasa Keselamatan. Berusaha mengikuti trend teknologi, agar kita tidak tertinggal dengan bangsa lain,”pungkas Arif.
Terkait pandangan Presiden sepekan terakhir yang berfokus pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, seiring dengan rencana Pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi, Arif menyatakan PENS siap mendukung. Sebagai perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi di Indonesia.
“PENS siap memberikan dukungan terhadap fokus Presiden terkait Pembangunan nasional, melalui penelitian terapan di berbagai tema riset yang berbasis sektor pertanian untuk swasembada pangan dan di sektor energi terbarukan, menuju swasembada energi,”lanjut Arif.
Menurutnya, banyak sekali produk inovasi dari akademisi dan peneliti, baik dosen, laboran maupun mahasiswa di PENS yang berkorelasi erat dengan teknologi yang utamanya untuk menyelesaikan permasalahan bangsa.
Beberapa riset terkait pangan dan energi yang sudah diimplementasikan oleh PENS, yaitu:
1. Bidang pertanian, sebagai pendukung swasembada pangan, misalnya: Produk Deteksi Hama dan penyakit tanaman, Drone sprayer pestisida, Alat pendeteksi kesuburan tanah, Web GIS untuk memetakan kesehatan tanaman, Robot Penanam Padi, dan lain sebagainya.
2. Bidang energi terbarukan, sebagai pendukung swasembada energi, di antaranya yaitu Inovasi Turbin Air Laut untuk Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL), Pemanfaatan berbagai inovasi yang mengoptimalkan panel surya untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di daerah terpencil, masih banyak lainnya.
Arif pun berharap apa yang telah dikerjakan selama ini oleh PENS terkait penguatan riset dan inovasi mendapat dukungan positif pula dari berbagai pihak, seperti mitra industri terkait serta media, selain dukungan peningkatan dana riset dan inovasi untuk Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Presiden.
Reporter: ahmadh








