Ketum DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia: Peran Pers di Era Transformasi Digital Harus Lebih Adaptif dan Berdaya Saing

Listen to this article

JAKARTA lintasjatimnews – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), menyampaikan pandangan penting terkait peran pers dalam menghadapi era transformasi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, industri pers harus terus beradaptasi untuk tetap menjadi sumber informasi yang kredibel dan relevan bagi masyarakat.

“Di masa di mana akses informasi menjadi sangat mudah, tantangan bagi pers bukan hanya tentang kecepatan penyampaian berita, tetapi lebih pada bagaimana memastikan akurasi, kedalaman analisis, dan keberlanjutan konten yang dihasilkan,” ujar Ketum DPP pada Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, transformasi digital telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, sehingga pers perlu mengoptimalkan berbagai platform digital tanpa mengorbankan nilai-nilai jurnalistik yang baik. Beberapa poin penting yang menjadi fokus perbaikan antara lain:

1.Peningkatan kapasitas wartawan dalam mengelola teknologi dan mengidentifikasi informasi hoaks.

2.Pengembangan model bisnis baru yang dapat mendukung keberlanjutan industri pers.

3.Penguatan kerja sama antar media untuk menghadapi tantangan yang sama di era digital.

Ketum juga menegaskan bahwa pers harus tetap berperan sebagai pengawal masyarakat, mengawal kebijakan publik dan memastikan transparansi serta akuntabilitas lembaga negara.

“Transformasi digital bukanlah ancaman, melainkan peluang bagi pers untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas wartawan melalui pelatihan dan pendampingan, serta memperjuangkan kebebasan pers yang tetap diimbangi dengan tanggung jawab sosial.(*)