Pandangan Dr. Hj. Nurotun Mumtahanah, M.Pd.I tentang Masa Depan Pendidikan Lamongan, Pendidikan di Era Digital Tanpa Kehilangan Nilai Lokal

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Di tengah derasnya arus digitalisasi tersebut, Dr. Hj. Nurotun Mumtahanah M.Pd.I, akademisi sekaligus pendakwah dan anggota Dewan Pendidikan Lamongan, menekankan pentingnya adaptasi teknologi yang tetap berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Lamongan.

Menurut Dr. Hj. Nurotun Mumtahanah, M.Pd.I pemanfaatan teknologi dalam pendidikan merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Digitalisasi pembelajaran, penggunaan platform daring, serta akses informasi yang luas menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Namun demikian, ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak menggeser nilai-nilai luhur yang telah lama menjadi identitas masyarakat Lamongan.

“Teknologi harus menjadi alat, bukan penentu arah pendidikan. Pendidikan di Lamongan harus tetap berakar pada nilai budaya, adab, dan kearifan lokal yang membentuk karakter peserta didik,” ujar Ketua Yayasan Yamuna ini

Ia menilai bahwa kearifan lokal Lamongan, seperti nilai religiusitas, gotong royong, sopan santun, serta penghormatan kepada guru dan orang tua, harus tetap menjadi ruh dalam proses pembelajaran, meskipun media dan metode pembelajaran terus berkembang secara digital.

Sebagai akademisi, Dr. Hj. Nurotun Mumtahanah, M.Pd.I mendorong para pendidik untuk mampu mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan pembelajaran kontekstual. Menurutnya, konten digital dapat dikemas dengan muatan lokal, seperti sejarah daerah, tradisi keagamaan, dan budaya masyarakat Lamongan, sehingga peserta didik tidak tercerabut dari identitasnya sendiri.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital yang beretika. Di era keterbukaan informasi, peserta didik perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, menggunakan media digital secara bijak, serta menjunjung tinggi nilai moral dan etika dalam berinteraksi di ruang digital.

“Pendidikan digital tanpa nilai akan melahirkan generasi yang cerdas, tetapi rapuh secara karakter. Karena itu, penguatan adab dan akhlak harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi,” tegas Rektor IAI Hikmah Tuban 2015-2022 ini

Dalam perannya sebagai anggota Dewan Pendidikan Lamongan, Dr. Hj. Nurotun Mumtahanah berharap adanya kebijakan pendidikan daerah yang mendorong inovasi digital sekaligus melindungi dan menguatkan nilai lokal.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pendidikan yang maju namun tetap berkarakter.

“Dengan memadukan teknologi modern dan kearifan lokal, pendidikan Lamongan akan mampu melahirkan generasi yang adaptif terhadap perubahan, berdaya saing, namun tetap berakar pada nilai budaya dan moral bangsa,” pungkasnya.

Reporter Fathurrahim Syuhadi