MOJOKERTO lintasjatimnews – Sejumlah pengunjung mengaku kecewa terhadap pelayanan dan fasilitas di Kalisengon Riverside Camping Ground & Eatery, Salah satunya disampaikan oleh Anil pengunjung asal Prambon, Kabupaten Sidoarjo, yang berkunjung pada Kamis, 1 Januari 2026.
Anil mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Kalisengon Camp sejatinya bertujuan untuk menyenangkan istri dan kedua anaknya dengan pengalaman berkemah di alam terbuka. Namun, harapan tersebut justru berubah menjadi rasa kecewa akibat fasilitas dan pelayanan yang diterima dinilai tidak sesuai dengan informasi awal.
Ia menyampaikan telah membayar biaya sebesar Rp250 ribu, termasuk paket alat dapur (paket silver), dengan waktu reservasi masuk pukul 20.00 WIB dan ketentuan check out pukul 12.00 WIB keesokan harinya. Namun, fasilitas yang diterima dinilai jauh dari ekspektasi.
Menurut Anil, fasilitas camping yang diberikan hanya berupa alas karpet, selimut, dan dua buah bantal. Kondisi tenda juga disayangkan karena pada bagian kasa ditemukan lubang, sehingga banyak nyamuk masuk ke dalam tenda dan mengganggu kenyamanan saat beristirahat, khususnya bagi anak-anak.
Ketersediaan listrik pun dinilai sangat terbatas. Stop kontak hanya tersedia satu unit dan berada di luar tenda, yang menurutnya berisiko dan tidak aman jika digunakan untuk mengisi daya ponsel atau perangkat elektronik, terutama pada malam hari dan saat hujan turun.

Keluhan lainnya disampaikan terkait paket silver yang disebut sudah termasuk alat dapur. Faktanya, Anil mengaku hanya menerima kompor tanpa tabung gas, tanpa panci maupun perlengkapan memasak lainnya. Peralatan yang tersedia hanya berupa alas teflon untuk keperluan bakaran.
Selain fasilitas, Anil juga menyoroti akses jalan menuju lokasi Kalisengon Camp. Jalan masuk menuju area camping disebut sangat ekstrem, dengan kondisi jalur ekstrim menurun tajam saat masuk, serta menanjak curam saat keluar, ditambah minimnya lampu penerangan. Pada malam hari, kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan, terlebih bagi keluarga yang membawa anak-anak.
Dari sisi pelayanan dan administrasi, Anil mengaku tidak diminta menunjukkan KTP atau identitas diri saat melakukan reservasi maupun check-in. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait aspek pengawasan dan keamanan.
Yang lebih disayangkan, meskipun pembayaran telah dilakukan secara lunas, Anil menyebut tidak menerima tanda terima, kwitansi, maupun bukti pembayaran resmi dari pihak pengelola. Bahkan, tarif parkir kendaraan roda dua dikenakan biaya sebesar Rp10 ribu tanpa disertai bukti pembayaran, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait transparansi administrasi.
Pengunjung berharap pihak pengelola Kalisengon Camp dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi fasilitas, keselamatan akses jalan, pelayanan, pendataan pengunjung, maupun transparansi administrasi, agar ke depan pengalaman berkemah benar-benar menjadi momen menyenangkan bagi keluarga pengunjung.
Reporter: arahman








