LAMONGAN lintasjatimnews – Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) I Pemuda Muhammadiyah Lamongan resmi digelar di Blessing Hills, Trawas, Mojokerto, Kamis (25/12/2025). Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, sekaligus menjadi momentum konsolidasi arah gerakan Pemuda Muhammadiyah ke depan.
Rapimda I PDPM Lamongan mengusung tema “Kekuatan Pemuda Negarawan untuk Membangun Kemandirian Berorganisasi”, yang menegaskan peran Pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan kader, dakwah, dan kebangsaan.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Via Yoga Mauladi selaku Wakil Menteri Transmigrasi, Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A, Nafiuzzaki Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, jajaran PDPM Lamongan, serta Muhammad Said, Ketua PDPM Lamongan periode 2002–2006 yang sekaligus mewakili PDM untuk membuka Rapimda.
Dalam sambutannya mewakili PDM Lamongan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Rapimda I tersebut. Ia menegaskan bahwa Rapimda bukan sekadar forum rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk menyatukan pikiran, memperkuat komitmen ideologis, serta menegaskan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah Lamongan.
“Tema Rapimda ini mencerminkan jati diri Pemuda Muhammadiyah sebagai kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa. Inilah hakikat pemuda negarawan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Menurutnya, pemuda negarawan adalah pemuda yang berpikir melampaui kepentingan pribadi dan kelompok, memiliki keberanian moral membela kebenaran, berpijak pada nilai Islam dan ideologi Muhammadiyah, serta mampu mengambil peran strategis dalam kehidupan kebangsaan.
“Pemuda negarawan bukan pemuda yang haus kekuasaan, tetapi pemuda yang siap memikul tanggung jawab sejarah, bertindak bijak, berakhlak, dan mengutamakan kepentingan umat dan bangsa,” lanjutnya.
Lebih jauh disampaikan, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan menuntut Pemuda Muhammadiyah tampil sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari krisis keteladanan, disrupsi nilai, hingga persoalan kemandirian organisasi.
Ia menekankan bahwa kemandirian berorganisasi tidak cukup dimaknai secara administratif, tetapi harus diwujudkan melalui kematangan ideologi, peningkatan kualitas kader, kemandirian program dan ekonomi, serta kepemimpinan kolektif yang amanah dan beretika.
“Kematangan ideologis kader ditunjukkan dengan ketaatan pada AD/ART, konsistensi menjalankan nilai Islam Berkemajuan, kedewasaan menyikapi perbedaan, serta kemampuan menempatkan kepentingan persyarikatan di atas kepentingan pribadi dan kelompok,” ungkapnya.
Dalam konteks Lamongan, PDM berharap Pemuda Muhammadiyah mampu hadir sebagai mitra strategis umat dan bangsa, aktif dalam dakwah pencerahan, responsif terhadap persoalan sosial, serta menjadi teladan kepemudaan yang berintegritas di tengah masyarakat.
Menutup sambutan sekaligus membuka Rapimda secara resmi, PDM Lamongan menaruh harapan besar agar Rapimda I ini melahirkan keputusan-keputusan yang strategis, aplikatif, dan visioner, serta program kerja yang menyentuh kebutuhan kader dan umat.
“Jadilah pemuda yang kritis namun santun, tegas namun beradab, militan dalam dakwah namun inklusif dalam pergaulan sosial, progresif namun tetap berpijak pada nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” pungkasnya.
Kontributor: M. Said









