LAMONGAN lintasjatimnews – Dalam perjalanan kehidupan, manusia sering kali dirundung kekhawatiran terhadap rezeki, masa depan, dan segala hal yang berada di luar kontrol dirinya. Kita terkadang merasa bahwa usaha kita tidak menghasilkan apa-apa, atau justru rintangan datang bertubi-tubi hingga melemahkan semangat.
Namun sesungguhnya, ada satu prinsip besar yang harus selalu kita tanamkan di dalam hati : jika Allah berkehendak menganugerahkan berkah dan kebaikan kepada kita, tidak ada satu makhluk pun yang mampu menghalanginya.
Allah Swt berfirman “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada yang dapat menahannya. Dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak ada yang sanggup melepaskannya setelah itu.” (QS. Fāṭir: 2)
Ayat ini memberikan ketenangan luar biasa bagi siapa saja yang menghayatinya. Rezeki, kedudukan, keberhasilan, bahkan jodoh dan harapan hidup, semuanya berada di bawah kekuasaan Allah.
Jika Dia menghendaki kita mulia, maka dunia pun tak bisa merendahkan kita. Dan jika Dia menahan sesuatu dari kita, yakinlah bahwa itu adalah bagian terbaik dari rencana-Nya.
Rasulullah Saw juga bersabda dalam sebuah hadis yang masyhur “Ketahuilah, jika seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikannya kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan menimpa dirimu.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini membangunkan kesadaran bahwa setiap manusia hanyalah perantara. Tidak ada yang mampu mengubah keputusan Allah. Maka mengapa hati harus terlalu takut pada manusia, keadaan, atau ketidakpastian?
Tauhid bukan hanya tentang keyakinan bahwa Allah itu Esa, tetapi juga keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya pengatur rezeki dan takdir. Apa yang tertulis untuk kita, pasti akan sampai kepada kita, sekalipun seluruh makhluk berusaha menghalanginya.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata “Berbaik sangkalah kepada Allah. Sesungguhnya apa yang engkau harapkan dari-Nya, sesuai dengan kadar prasangka baikmu.”
Ketika seseorang menyerahkan sepenuhnya urusannya kepada Allah, di saat itulah hatinya menemukan kemerdekaan sejati. Ia tidak lagi dikendalikan rasa cemas, iri, atau putus asa. Ia memahami bahwa Allah bisa saja mengubah keadaanmu dalam sekejap, mengangkat derajatmu tanpa proses yang kau sangka.
Bahkan jika Allah menghendaki, Dia mampu meletakkan bulan di genggamanmu — ungkapan bahwa sesuatu yang tampak mustahil sekalipun, menjadi mudah bagi-Nya.
Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa usaha. Usaha adalah ikhtiar manusia, sementara hasil adalah hak penuh Allah. Kita bekerja sekuat tenaga, namun hati tetap bersandar pada-Nya.
Allah Swt berfirman “Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).”
(QS. Ath-Thalāq: 3)
Maka, jika hari ini jalan terasa buntu, percayalah: Allah sedang menyiapkan pintu yang lebih besar. Jika doa belum terjawab, yakinlah: waktu terbaik sedang dalam perjalanan.
Peganglah keyakinan ini :
Selama Allah bersama kita, tidak ada kekuatan di langit maupun di bumi yang mampu menghalangi takdir baik-Nya.
Teruslah berdoa. Teruslah bergerak. Dan serahkan sisanya kepada Allah Yang Mahakuasa.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









