LAMONGAN lintasjatimnews – Istiqamah dalam beribadah adalah kunci keteguhan iman dan jalan untuk memperoleh keridaan Allah Swt. Segala bentuk ibadah yang kita lakukan harus dimulai dari niat yang ikhlas dan keteguhan hati untuk terus menjaga konsistensi, meskipun dimulai dari hal yang kecil.
Allah Swt berfirman “Maka tetaplah kamu (istiqamah) pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu…” (QS. Hud: 112)
Ayat ini menegaskan bahwa istiqamah bukan hanya sebuah kemuliaan, tetapi juga sebuah perintah langsung dari Allah SWT kepada manusia agar senantiasa berada di jalan kebenaran.
Rasulullah Saw juga bersabda “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi motivasi bahwa Allah tidak melihat seberapa besar ibadah kita di satu waktu, tetapi bagaimana kita menjaga kontinuitasnya sepanjang hidup. Dengan menjaga istiqamah, iman akan terus meningkat dan kebaikan akan semakin mengakar dalam diri kita.
Untuk mencapai istiqamah, langkah awal yang penting adalah memperbaiki niat. Niat yang ikhlas semata karena Allah akan memudahkan kita menjaga konsistensi ibadah. Mulailah dari ibadah-ibadah sederhana seperti menjaga salat lima waktu tepat waktu, kemudian tingkatkan sedikit demi sedikit, baik jumlah dan kualitasnya.
Salat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. Bahkan saat sakit atau dalam perjalanan jauh, Islam memberikan kemudahan dengan rukhsah seperti salat jamak dan qashar.
Allah Swt berfirman “Peliharalah semua salat (mu), dan (peliharalah) salat Wustha.” (QS. Al-Baqarah: 238)
Selain itu, membiasakan dzikir dalam segala situasi akan menjaga hati tetap hidup dan terhubung dengan Allah Swt
Istiqamah membaca Al-Qur’an secara rutin, meskipun hanya beberapa ayat setiap hari, akan memperkuat iman dan menenangkan jiwa. Allah menjanjikan keberkahan bagi pembaca dan penghafal Al-Qur’an karena ia adalah hudā (petunjuk) bagi orang beriman.
Banyak ulama menegaskan pentingnya memilih teman dan lingkungan yang baik dalam menjaga istiqamah. Imam Al-Ghazali menyebut bahwa hati manusia mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar. Lingkungan yang dipenuhi orang-orang saleh akan menuntun kepada kebaikan dan saling mengingatkan dalam ibadah.
Rasulullah SAW bersabda “Seseorang tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah satu dari kalian memperhatikan siapa yang ia jadikan teman dekat.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Bergaul dengan mereka yang senantiasa menjaga ibadah akan menjadi dorongan kuat bagi kita untuk tetap berada di jalan lurus.
Hidup penuh ujian. Ada kalanya kita lengah, lupa, dan tergelincir dalam dosa. Islam mengajarkan agar kita tidak berputus asa. Allah Maha Pengampun dan Maha Menerima taubat bagi hamba-hamba yang kembali kepada-Nya. Istiqamah bukan berarti tidak pernah salah, tetapi segera bangkit dan memperbaiki diri setiap kali jatuh.
Berdoa dan memohon pertolongan Allah adalah penopang utama keistiqamahan. Para ulama mengingatkan bahwa tanpa hidayah Allah, manusia tidak memiliki kekuatan apa pun untuk tetap teguh.
Mari kita berkomitmen untuk menjaga istiqamah dalam ibadah — mulai dari niat tulus, salat tepat waktu, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an teratur, memilih lingkungan yang saleh, serta tidak berputus asa saat tergelincir. Lakukan secara bertahap namun konsisten. Semoga Allah memberi keteguhan hati dan menjaga langkah kita di jalan yang diridai-Nya.
“Ya Allah, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu.” Aamiin.
Penulis Fathurrahim Syuhadi








