TEGAL lintasjatimnews – Sunoto, S.Pd.i., M.Pd seorang aktiifis dan praktisi pendidikan di kabupaten Tegal Jawa Tengah mengungkapkan terkait dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke 80 Tahun 2025 ini sebagai berikut :
Hari Guru bukan sekadar tanggal merah dalam ingatan nasional—ia adalah ruang jeda, momen ketika kita berhenti sejenak, menengok kembali perjalanan panjang yang tidak akan pernah ada tanpa kehadiran sosok-sosok bernama guru. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang bergerak semakin cepat, para gurulah yang diam-diam menjaga agar manusia tetap belajar menjadi manusia.
Guru tidak selalu berdiri di depan kelas dengan kapur di tangan. Kadang mereka hadir sebagai suara yang sabar menuntun, tatapan yang memberi keyakinan, atau senyum yang menenangkan hati seorang anak yang sedang berjuang memahami sesuatu. Mereka adalah penjaga kecil-kecil harapan—orang-orang yang percaya bahwa setiap murid menyimpan kemungkinan yang belum terlihat.
Peran guru hari ini jauh lebih rumit dari sekadar menyampaikan materi. Dunia berubah, teknologi berlari, informasi datang tanpa henti. Namun, satu hal tidak pernah berubah: kebutuhan manusia untuk dimengerti. Guru menjawab kebutuhan itu, bukan hanya dengan pengetahuan, tapi dengan empati. Mereka tidak hanya mengajarkan cara menghitung angka, tetapi juga mengajarkan apa artinya jujur, ulet, dan berani mencoba lagi setelah gagal.
Banyak di antara kita mungkin tidak mengingat seluruh pelajaran di buku teks, tetapi kita mengingat guru yang pernah berkata, “Kamu bisa.” Kata sederhana itu, dalam banyak kisah hidup, menjadi titik balik yang menyalakan semangat. Guru memberi kita sesuatu yang lebih berharga dari sekadar nilai—mereka memberi arah, makna, dan keberanian untuk tumbuh.
Merayakan Hari Guru berarti merayakan kesediaan mereka untuk terus hadir, meski sering kali bekerja dalam sunyi, meski lelah, meski tidak selalu mendapat ucapan terima kasih yang layak. Merayakan Hari Guru berarti mengakui bahwa di balik setiap pencapaian kita, ada seseorang yang pernah percaya sebelum kita sendiri berani percaya.
Maka hari ini, mari kita memberi penghormatan kepada semua guru: kepada mereka yang pernah kita temui, juga kepada mereka yang terus membentuk generasi baru. Semoga mereka selalu dilingkupi kesehatan, keteguhan, dan kebahagiaan dalam profesi yang begitu mulia ini.
“Selamat Hari Guru—terima kasih karena terus menyalakan cahaya, bahkan ketika dunia tampak gelap. Tanpa kalian, perjalanan kita takkan pernah sama.,” pungkas pendidik di SMA Negeri 1 Slawi Tegal ini.
Reporter Fathurrahim Syuhadi








