BANJARMASIN lintasjatimnews – Ada masa dalam hidup ketika semuanya terasa berat, langkah serasa gontai, dan hati seperti tak mampu menanggung beban yang terus datang bergantian. Pada saat-saat itu, mungkin kita bertanya-tanya: “Mengapa aku ? Mengapa sekarang ? Sampai kapan ini semua berakhir ?”
Namun, di balik kegelisahan yang menyelimuti, ada satu kalimat yang seharusnya selalu mampu menyembuhkan : Tenanglah. Cerita hidupmu sedang ditulis oleh Zat yang Maha Sempurna.
Allah Swt tidak pernah salah dalam menata alur hidup hamba-Nya. Setiap kejadian, setiap air mata, setiap senyuman, dan setiap pertemuan—semuanya adalah bagian dari skenario yang telah ditetapkan dengan ilmu, hikmah, dan cinta yang tak terbatas.
Allah Swt berfirman “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa apa yang tampak buruk di mata manusia bisa jadi sedang membuka pintu kebaikan yang lebih besar. Begitu pula yang tampak baik belum tentu membawa manfaat untuk perjalanan panjangmu.
Kita sering menyusun rencana: tentang masa depan, rezeki, karier, keluarga, dan cita-cita. Namun tidak jarang rencana itu berubah arah. Saat itulah hati mulai gelisah. Kita merasa kehilangan kendali, seakan hidup tidak lagi berada di tangan kita.
Padahal firman Allah jelas mengingatkan “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya; sekali-kali tidak ada bagi mereka pilihan.”(QS. Al-Qasas: 68)
Kita berusaha, tetapi Allah-lah yang menentukan hasil. Kita berencana, tetapi Allah-lah yang paling tahu mana jalan yang terbaik.
Ulama besar Ibn ‘Athaillah As-Sakandari berkata “Istirahatkan hatimu dari memikirkan apa yang sudah dijamin Allah untukmu.”
Maksudnya, jangan terlalu memforsir hati dengan kekhawatiran terhadap sesuatu yang sudah menjadi urusan Allah. Tugas kita adalah berjalan, berikhtiar, dan bertawakal. Sisanya serahkan kepada-Nya.
Tidak ada takdir yang sia-sia. Ujian hidup bukanlah tanda bahwa Allah menjauh, justru sebaliknya: tanda bahwa Allah sedang memperhatikanmu.
Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah menimpakan musibah kepadanya.”(HR. Bukhari)
Musibah bukan hukuman, melainkan proses pembersihan hati dan penguatan jiwa. Allah sedang menyiapkan kamu untuk babak cerita yang lebih indah.
Tidak ada satu langkah pun yang luput dari perhatian Allah.
Tidak ada satu doa pun yang luput dari pendengaran-Nya.
Tidak ada satu air mata pun yang luput dari catatan-Nya.
Allah Swt berfirman “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.” (QS. Al-Hadid: 4)
Ini bukan sekadar janji, tetapi kepastian. Kebersamaan Allah adalah sumber ketenangan yang sesungguhnya.
Jika hari ini kamu sedang bingung, sedih, lelah, atau takut menghadapi masa depan, ingatlah—kamu tidak sedang berjalan sendirian. Ada Allah yang menulis ceritamu dengan penuh kasih, dengan hikmah yang luas, dan dengan kesempurnaan yang tak mungkin tertandingi.
Tenanglah. Cerita hidupmu tidak pernah keluar dari genggaman-Nya. Apa pun yang kamu alami sekarang adalah bagian dari proses menuju bahagia yang telah Allah siapkan.
Percayalah, ketika Allah menulis cerita untukmu, akhir dari kisah itu pasti penuh kebaikan.
Reporter Fathurrahim Syuhadi








