LAMONGAN, lintasjatimnews —
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025, SMP Negeri 3 Babat menggelar Upacara Bendera dan Penampilan Teatrikal Perjuangan 10 November di halaman sekolah pada Senin (10/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 09.30 WIB itu diikuti oleh 350 siswa serta 40-an guru dan tenaga kependidikan dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme.
Bertindak sebagai pembina upacara, Muhammad, S.Pd., M.Pd., menyampaikan amanat yang menggugah semangat perjuangan dan menumbuhkan rasa syukur atas jasa para pahlawan bangsa.
“Para pahlawan telah berjuang bukan untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk masa depan bangsa — untuk kita semua yang berdiri di sini hari ini,” ujarnya mengawali sambutan.
Dalam amanatnya, Muhammad menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pejuang. Ia menyampaikan tiga nilai penting yang patut diteladani oleh generasi muda dari semangat kepahlawanan.
“Pertama, kesabaran dalam perjuangan; kedua, mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi; dan ketiga, memiliki pandangan jauh ke depan demi generasi penerus,” jelasnya di hadapan peserta upacara.
Lebih lanjut, pembina upacara mengingatkan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi dengan ilmu pengetahuan, kerja keras, empati, dan pengabdian.
“Sekarang pahlawan bisa siapa saja — ibu yang bangun sebelum subuh menyiapkan sarapan, ayah yang bekerja keras menafkahi keluarga, guru yang tetap mengajar meski suara hampir habis, bahkan murid yang rajin belajar, membantu teman, dan berani minta maaf jika salah. Semua itu adalah wujud nyata semangat kepahlawanan,” tegasnya.
Upacara berlangsung tertib, lancar, dan penuh makna. Setelah rangkaian upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan teatrikal perjuangan bertema ‘Pertempuran 10 November 1945’ yang melibatkan kolaborasi antara guru dan siswa.
Teatrikal tersebut menggambarkan kisah heroik rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pasukan Sekutu yang diboncengi tentara NICA. Adegan menegangkan terjadi ketika Brigadir Jenderal Mallaby tewas dalam pertempuran sengit, yang kemudian memicu serangan besar-besaran pada 10 November 1945.
Suasana semakin dramatis saat sosok Bung Tomo muncul di tengah kepungan musuh dengan pekikan “Allahu Akbar!” yang membakar semangat para pejuang. Tepuk tangan riuh penonton pecah ketika diperagakan adegan perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato oleh Hariyono dan Kusno Wibowo, menyisakan warna merah putih sebagai lambang kemerdekaan.
Kepala SMP Negeri 3 Babat menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini yang dinilai mampu menanamkan nilai-nilai kepahlawanan di kalangan pelajar.
“Kegiatan ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi juga pembelajaran nyata tentang arti perjuangan, persatuan, dan pengorbanan. Semoga semangat Hari Pahlawan terus hidup di hati siswa-siswi SMP Negeri 3 Babat,” ungkapnya.
Dengan semangat “Pahlawanku Teladanku — Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan tekad seluruh warga sekolah dalam meneruskan cita-cita para pahlawan melalui pendidikan, kerja keras, dan pengabdian nyata bagi bangsa.
Kontributor: M. Said








