LAMONGAN, lintasjatimnews —
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80, SMP Negeri 1 Pucuk menggelar Upacara Bendera dan Penampilan Drama Kolosal yang berlangsung khidmat di halaman sekolah, Senin (10/11/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 hingga 09.30 WIB itu diikuti oleh 630 siswa dan 60 guru serta tenaga kependidikan. Bertindak sebagai pembina upacara, Nasih Muhtarom, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan amanat Menteri Sosial dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 yang sarat makna perjuangan dan keteladanan.
Dalam sambutannya, Nasih Muhtarom mengajak seluruh peserta upacara untuk merenungkan kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Para pahlawan bukan sekadar nama dalam sejarah, tetapi teladan abadi bagi kita semua. Mereka mengajarkan bahwa kemerdekaan diraih dengan kesabaran, keberanian, dan keikhlasan,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Lebih lanjut, beliau menekankan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa.
“Pertama, kesabaran dalam perjuangan — mereka sabar menempuh ilmu dan menghadapi perbedaan demi persatuan.
Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya — mereka berjuang tanpa pamrih dan mengabdi untuk rakyat.
Ketiga, pandangan jauh ke depan — perjuangan mereka ditujukan untuk generasi penerus, termasuk kita semua hari ini,” terang Nasih.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi melawan penjajah, melainkan melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan.
“Semangat juang harus kita lanjutkan dengan belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, berprestasi, dan mengabdi untuk bangsa,” pesan beliau menutup amanat dengan tema “Pahlawanku Teladanku — Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”
Upacara berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Seluruh peserta mengikuti jalannya kegiatan dengan sikap hormat dan semangat kebangsaan yang tinggi.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan drama kolosal bertema “Pertempuran Surabaya 10 November 1945”. Drama yang diperankan oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Pucuk ini berhasil memukau seluruh hadirin dengan akting yang menggetarkan hati.
Drama tersebut mengisahkan perjuangan rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan tentara Sekutu yang dipimpin AWS Mallaby. Adegan menegangkan terjadi ketika surat ancaman dari pihak Sekutu ditolak mentah-mentah oleh Gubernur Suryo, memicu pecahnya pertempuran besar. Sorak heroik terdengar ketika sosok Bung Tomo memekikkan semangat “Allahu Akbar!” dan rakyat Surabaya bangkit melawan penjajah.
Puncak drama ditandai dengan adegan perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato oleh Hariyono dan Kusno Wibowo, meninggalkan hanya warna merah putih — lambang kemerdekaan Indonesia.
Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh penonton yang berdiri memberikan tepuk tangan panjang.
Plt. Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd , M.Pd. menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat juang di kalangan peserta didik.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap siswa dapat memahami arti perjuangan, menghargai pengorbanan para pahlawan, dan meneruskan semangat itu dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dengan semangat kebangsaan yang terus menyala, SMP Negeri 1 Pucuk bertekad menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai inspirasi untuk mencetak generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan siap melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa.
Kontributor: M. Said








