SURABAYA lintasjatimnews – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) bertekad untuk lebih berdampak dengan dikukuhkannya tiga guru besar baru hari ini, Rabu (17/09/25).
Acara yang dihelat di Auditorium Gedung Pasca Sarjana Terapan ini dihadiri ratusan undangn dari kalanngan akademisi dan industri mitra.
Arif Irwansyah, Direktur PENS menyampaikan jika ke depan PENS harus menjadi perguruan tinggi yang membawa manfaat bagi bangsa, melalui berbagai kontribusi nyata di masyarakat.
“PENS harus lebih berdampak melalui berbagai inovasi yang dihasilkan dari lumbung kampus, termasuk juga berbagai karya dan inovasi para guru besar baru ini,”ujarnya.
Ada tiga guru besar yang dikukuhkan hari ini, yaitu:
Prof. Dr. I Gede Puja Astawa, S.T., M.T., Guru Besar Kepakaran Komunikasi Nirkabel Multi Antena.
Prof. Riyanto Sigit, S.T., M.Kom., Ph.D., Guru Besar Kepakaran Pengolahan Citra Medis (Medical Image Processing)
Prof. Tri Harsono, S.Si., M.Kom., Ph.D., Guru Besar Kepakaran Pemodelan dan Simulasi (Modeling and Simulation)
Kemandirian teknologi di era digital seperti sekarang ini tentunya menjadi hal yang sangat penting. Dan, ketiga guru besar ini memaparkan berbagai riset, karya dan capaian akademis yang tentunya berafiliasi dengan bidang riset yang ditekuni.
I Gede Puja Astawa, yang mendalami teknologi antena menyampaikan jika capaian guru besar ini bagi beliau sebagai puncak pengakuan akademik sekaligus awal dari tanggung jawab lebih besar. “Ini artinya kami para guru besar ke depannya memiliki tanggung jawab tambahan, yakni membangun riset unggulan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan tentunya mendidik generasi penerus agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang teknologi global,”terang beliau.
Beliau pun menjelaskan betapa dinamisnya perkembangan teknologi. Sehingga dia berharap dapat memperkuat Riset Unggulan, melalui pengembangan penelitian di bidang komunikasi nirkabel multi antena, yang relevan untuk jaringan 5G, 6G, dan bahkan teknologi masa depan lainnya.
Riyanto Sigit dan Tri Harsono, kedua guru besar lainnya yang turut dikukuhkan pun menuturkan pandangan mereka sesuai bidang kepakarannya.
Meski berasal dari program studi yang sama, namun keduanya memiliki penelitian dan pengembangan inovasi yang berbeda. Riyanto Sigit misalnya dia menekuni pengembangan teknologi kesehatan, sementara Tri Harsono banyak berfokus pada pemodelan dan simulasi.
Bertambahnya tiga guru besar ini tentunya menambah jumlah professor yang dimiliki PENS, dengan total 16 profesor. “Kami siap membangun dan memperluas kolaborasi, baik dengan kampus lain maupun pemerintah dan mitra industri, di dalam dan luar negeri di berbagai bidang, supaya menghasilkan inovasi yang lebih berdampak nyata,” tukas ketiga professor.
Reporter: ahmadh









