SEMARANG lintasjatimnews – Ada yang istimewa pada wisuda 94 Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Sultan Agung Semarang. Sosok Mokhamad Nurhadi pemilik Gelar Magister Tiga Kampus
Mokhamad Nurhadi, M.Kep., MM, M.Pd, CWC lahir di Merakurak, Tuban, pada 22 April 1980. Beliau merupakan sosok pembelajar sejati yang memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini bisa menjadi teladan bagi generasi muda
Setelah menuntaskan pendidikan Magister Manajemen Keperawatan di Universitas Airlangga dan Magister Manajemen Sumber Daya Manusia di STIE Mahardhika, beliau kembali melanjutkan studinya dan berhasil meraih gelar Magister ketiga di Universitas Sultan Agung Semarang.
Saat ini, beliau dipercaya sebagai Direktur LPI Adzikri di Tuban. Sebuah lembaga pendidikan yang berfokus pada pembentukan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Perjalanan akademik beliau yang konsisten dan penuh dedikasi menjadi inspirasi besar bagi keluarga, sivitas akademika, dan masyarakat untuk senantiasa menjadikan pendidikan sebagai jalan utama meraih keberkahan dan kemajuan.
Perjalanan menyelesaikan studi Magister ketiga di Universitas Islam Sultan Agung Semarang bukanlah hal yang mudah, sebab jalur keilmuan yang ditempuh kali ini tidak linear dengan bidang sebelumnya.
Dengan semangat pantang menyerah, kerja keras, serta tekad kuat untuk terus berkembang, setiap tantangan dapat terlampaui. Hal ini menjadi pesan berharga bahwa konsistensi dan keyakinan mampu mengantarkan seseorang meraih capaian akademik yang mungkin tampak sulit pada awalnya.
“Dengan konsistensi dan keyakinan mampu mengantarkan seseorang meraih capaian akademik yang mungkin tampak sulit pada awalnya,” ujar pemilik Sertifikat Nasional Wakaf dengan gelar CWC (Certified Waqf Competent)
Sementara itu, Yudhianto MPd rekan kuliyah di MPAI Unissula dan di LPI Adzikri di Tuban mengapresiasi atas semangat Mokhamad Nurhadi dalam menuntut ilmu, Ia menilai Mokhamad Nurhadi memiliki tiga disiplin ilmu yang berbeda
Lanjut Yudhianto MPd, Mokhamad Nurhadi memiliki tiga konsentrasi keilmuan yang berbeda yakni bidang kesehatan, manajemen dan pendidikan. Kemampuan ini jarang dimiliki oleh orang lain
“Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama. Terpenting lagi menjadi inspirasi bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya
Reporter Fathurrahim Syuhadi








