SEMARANG lintasjatimnews – Aziz Musthofa Muhammad, M.Pd ditetapkan sebagai Wisudawan Teraktif. Hal ini disampaikan saat Pelepasan Wisuda 94 MPAI (Magister Pendidikan Agama Islam) Unissula (Universitas Islam Sultan Agung) Semarang. Kegiatan berlangsung di hotel MG Setos lantai 16
Aziz Musthofa bersama tujuh wisudawan mendapat penghargaan. Mereka adalah Theis Greentree, M.Pd sebagai Wisudawan Terbaik, Ronald Andaria, M.Pd sebagai Wisudawan dengan Karya Terbaik, Imam Rosyadie, M.Pd sebagai Wisudawan Tertua, Ahmad Huseir Nasution, M.Pd Wisudawan Terjauh, Moh Baehaqi, M.Pd sebagai Wisudawan Inspiratif dan Muslimah, M.Pd sebagaiWisudawan Inspiratif
Aziz Musthofa Muhammad, atau yang akrab dikenal dengan sebutan Gus Aziz, adalah seorang Muslim Educator & Leadership yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan, dakwah, dan pengembangan generasi muda. Lahir di Lamongan pada 17 Mei 1985, beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren yang sarat dengan nilai keilmuan dan pengabdian kepada umat.
Perjalanan akademiknya beragam dan kaya pengalaman. Berawal dari studi ilmu komputer, kemudian meraih gelar S1 dan S2 dalam bidang Ekonomi Manajemen dengan predikat Sangat Memuaskan. Tidak berhenti di sana, beliau melanjutkan ke jenjang S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) dan berhasil lulus dengan predikat Cum Laude (Pujian).
Semangat menuntut ilmu juga membawanya menimba faedah dan pengalaman langsung melalui kuliah dan mulazamah di Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah. Ia bersama para masyayikh semakin mengokohkan pijakan dakwahnya.
Dalam kiprah sosial dan pendidikan, Gus Aziz dikenal sebagai Dosen di berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Negeri (PTN), sekaligus pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Jurusan di beberapa lembaga pendidikan.
Salah satu Founder Yayasan Ruang Muslim Indonesiaini merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah, serta menaungi Ma’had Ruang Muslim. Selain itu ia menjadi Founder Face to Face, forum diskusi interaktif dan pelatihan yang menghadirkan isu-isu aktual umat dengan pendekatan islami dan solutif. Trainer bertema “Pendidikan Karakter Remaja dalam Menyikapi Sosial Media”, dengan fokus membimbing generasi muda agar bijak dalam bermedia.
Gus Aziz juga dikenal sebagai penulis karya ilmiah dan populer, di antaranya Optimalisasi Peran Musyrif dalam Pendidikan Pondok Pesantren, Surat Cinta untuk Rasulullah, Perjalanan Kembali pada Ilmu Syar’i, Membedah Pemikiran Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas melalui Karyanya Mulia dengan Manhaj Salaf dan beberapa karya tulis lainnya
Visi besar yang beliau emban adalah menjadikan ilmu dan dakwah sebagai jalan perubahan umat. Melalui pendidikan Islam yang berakar pada syariat sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Bapak lima putra putri ini bercita-cita melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan beramal, serta membangun lembaga pendidikan dan dakwah yang bermanfaat luas bagi masyarakat.
Adapun moto hidupnya terangkum dalam kalimat “beriman, berilmu, dan beramal. Demi keberkahan hidup di dunia dan akhirat.”
Pengalaman paling berharga menurutnya adalah bertemu, berteman bersama Alumni MPAI Unissula. Apalagi teman kelas yang ternyata beragam latarbelakang dan orang-besar didalam organisasi Islam Indonesia.
“Tak disangka ternyata teman sekelas ternyata beragam latarbelakang dan orang-besar di dalam organisasi Islam Indonesia,” pungkas lelaki yang tinggal di Sidoarjo ini.
Reporter Fathurrahim Syuhadi








