Negara Hadir di Trenggalek: TNI-Polri-Pemda Gelontorkan Beras SPHP

Listen to this article

TRENGGALEK lintasjatimnews – Sinergitas antara TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah kembali ditunjukkan secara nyata di Kabupaten Trenggalek. Kali ini, langkah kolaboratif itu diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelar secara serentak nasional melalui platform zoom meeting, Sabtu (30/6/2025). Kegiatan terpusat di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, melibatkan Kodim 0806/Trenggalek, Polres Trenggalek, Pemerintah Daerah, serta Perum Bulog setempat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menstabilkan harga pangan, khususnya beras, yang belakangan mengalami kenaikan cukup signifikan. Kodim 0806/Trenggalek beserta 14 Koramil jajarannya turut serta mendistribusikan beras SPHP dengan total 7 ton di masing-masing titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. “Hari ini Kodim 0806/Trenggalek beserta 14 Koramil jajaran mengencarkan sebanyak 7 ton beras di tiap titik. Langkah ini menjadi bentuk nyata intervensi negara dalam meredam gejolak harga beras yang belakangan terus meningkat,” tegas Dandim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si.

Sinergitas ini bukan hanya sekadar distribusi pangan murah, melainkan juga representasi dari hadirnya negara di tengah masyarakat saat harga bahan pokok mengalami fluktuasi. Kehadiran TNI, Polri, dan Bulog menjadi bukti bahwa stabilisasi harga pangan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor demi menjaga daya beli masyarakat.

Di lapangan, antusiasme warga terlihat tinggi. Warga dari berbagai kecamatan rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Program ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian ketersediaan stok pangan dengan kualitas yang terjaga. “Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah menjamin ketersediaan beras dalam jumlah cukup,” tambah Letkol Roy.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. yang diwakili Kabag SDM Polres Trenggalek Kompol Sudaroini, S.H., menekankan bahwa keterlibatan Polri dalam GPM ini merupakan bentuk pengawalan agar distribusi beras murah berjalan lancar dan tepat sasaran. Ia menegaskan, stabilisasi harga pangan harus dibarengi dengan pengawasan yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan di lapangan.

Sementara itu, Yonas Hariyadi Kurniawan Kepala Bulog Cabang Tulungagung menyampaikan bahwa beras SPHP yang didistribusikan dalam GPM kali ini dipastikan memiliki kualitas sesuai standar. Bulog, kata mereka, akan terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Pemda untuk menjamin kelancaran distribusi hingga ke pelosok desa. “Kolaborasi ini adalah kunci dalam menjaga stabilitas pangan daerah,” ujarnya.

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin. Menurutnya, program pangan murah seperti ini harus digelar secara berkesinambungan karena dampaknya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, dan Bulog yang telah membantu masyarakat di masa sulit ini. Inilah bentuk nyata gotong royong antara pemerintah dan aparat dalam menyejahterakan rakyat,” ujarnya.

Pelaksanaan GPM beras SPHP ini juga terhubung secara nasional melalui zoom meeting, di mana Presiden Joko Widodo bersama kementerian terkait memantau langsung pelaksanaannya di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa program stabilisasi harga pangan bukanlah kebijakan parsial, melainkan strategi nasional yang dilaksanakan secara terpadu hingga ke tingkat daerah.

Bagi masyarakat Trenggalek, keberadaan program ini menjadi angin segar di tengah tingginya harga beras di pasaran. Dengan harga terjangkau, kebutuhan pangan pokok mereka tetap terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga. “Alhamdulillah bisa beli beras murah. Harapan kami kegiatan seperti ini sering dilakukan,” ungkap Siti, salah satu warga Kelurahan Ngantru yang turut membeli beras SPHP.

Gerakan Pangan Murah di Trenggalek bukan hanya tentang menekan harga, tetapi juga menjaga stabilitas sosial. Ketersediaan pangan dengan harga terjangkau menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman di masyarakat. Dengan sinergitas TNI-Polri, Pemda, dan Bulog, masyarakat Trenggalek diharapkan semakin kuat menghadapi dinamika ekonomi yang ada, sekaligus meneguhkan bahwa negara hadir dalam setiap denyut kehidupan rakyatnya.

Reporter: feri