Dandim 0806 & Forkopimda ziarah leluhur jelang Hari Jadi Trenggalek ke-831, wujud hormat dan teladan cinta tanah air

Listen to this article

TRENGGALEK lintasjatimnews – Semangat kebersamaan antara TNI, Polri, dan Forkopimda kembali nyata terlihat di Kabupaten Trenggalek. Menjelang peringatan Hari Jadi ke-831, Sabtu (30/8/2025), jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah bersama Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., melaksanakan ziarah ke sejumlah makam leluhur yang menjadi jejak perjuangan para pendiri kabupaten.

Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud penghormatan sekaligus refleksi atas jasa para tokoh yang telah meletakkan fondasi Trenggalek. Dengan penuh khidmat, rombongan menyusuri sejumlah lokasi bersejarah, mulai dari Makam Setono Galek, Setono Gedong, dan Menak Sopal di Kelurahan Ngantru, hingga Makam Margo Ayu di Pogalan, Makam Girilaya di Durenan, serta Makam Girimulya di Karangan.

Dandim Trenggalek Letkol Roy menegaskan bahwa ziarah ini adalah momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air. “Kami bersama Forkopimda mengadakan ziarah makam sebagai bentuk doa dan penghormatan bagi para leluhur. Ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menguatkan semangat generasi muda agar tidak melupakan jasa para pendahulu,” ujarnya.

Menurut Letkol Roy, warisan terbesar dari leluhur adalah semangat pantang menyerah dan pengabdian tulus. “Sejarah adalah sumber inspirasi. Jika para pendahulu bisa membangun Trenggalek dengan segala keterbatasan, maka kita harus mampu berkontribusi lebih besar dengan peluang yang ada hari ini,” tambahnya.

Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin, menekankan pentingnya meneladani nilai sejarah sebagai dasar pembangunan. “Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil jerih payah para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan mereka dengan lebih baik,” ungkapnya.

Kapolres Trenggalek melalui Kabag Log, Kompol Suyono, juga menegaskan bahwa sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah adalah kunci menjaga stabilitas. “Dari rasa aman lahirlah kenyamanan, dan dari kenyamanan tumbuh pembangunan. Ziarah ini adalah simbol komitmen kita menjaga masa depan Trenggalek,” jelasnya.

Kehadiran para pemimpin daerah di tengah masyarakat membuat acara ini semakin bermakna. Warga yang turut menyaksikan merasa bangga karena tradisi sejarah tetap dijaga. “Kepemimpinan yang menghormati budaya dan perjuangan akan selalu dihormati masyarakat. Kami merasa dihargai,” tutur salah seorang warga Ngantru.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, tabur bunga, dan hening cipta. Suasana haru menyelimuti ketika nama para leluhur disebutkan dalam lantunan doa, mengingatkan bahwa perjuangan mereka adalah pondasi kuat bagi identitas Trenggalek.

Peringatan Hari Jadi ke-831 Trenggalek kali ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Sinergitas TNI, Polri, dan Forkopimda dalam ziarah makam leluhur meneguhkan pesan bahwa menghormati sejarah adalah kunci membangun masa depan. Dari penghormatan lahir inspirasi, dari inspirasi lahir kontribusi, dan dari kontribusi akan terwujud Trenggalek yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.

Reporter: feri