LAMONGAN lintasjatimnews – Hidup bertetangga adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Setelah keluarga, orang yang paling dekat dengan kita adalah tetangga.
Mereka yang pertama kali tahu saat kita gembira, juga yang pertama kali menyaksikan ketika kita ditimpa musibah. Karena itu, Islam memberikan perhatian besar pada adab dan kewajiban seorang muslim terhadap tetangganya.
Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an’ “…Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh…” (QS. An-Nisa’ [4]: 36)
Ayat ini menegaskan bahwa berbuat baik kepada tetangga, baik yang dekat maupun yang jauh, adalah bagian dari perintah Allah. Artinya, kebaikan kepada tetangga bukan hanya urusan sosial, tetapi juga perintah agama.
Rasulullah Saw memberikan perhatian khusus terhadap hak tetangga. Beliau bersabda “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu tanda kesempurnaan iman adalah memperlakukan tetangga dengan baik. Bahkan, Nabi pernah bersabda tiga kali: “Tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari-Muslim).
Para ulama juga mengingatkan pentingnya adab bertetangga. Imam Al-Ghazali menulis bahwa seorang muslim wajib menjaga keamanan tetangganya, tidak menyakiti, serta menolong mereka saat membutuhkan. Menurut beliau, ukuran kebaikan seseorang bisa dilihat dari bagaimana ia memperlakukan tetangganya.
Imam Nawawi menambahkan bahwa akhlak mulia seorang muslim tidak akan sempurna jika masih meremehkan hak tetangga. Bahkan, ulama kontemporer seperti Syekh Yusuf al-Qaradawi menekankan pentingnya solidaritas antar tetangga di tengah kehidupan modern yang sering individualistis.
Memuliakan tetangga bisa dilakukan dengan banyak cara sederhana antara lain :
Pertama, Menyapa dan memberi salam saat bertemu.
Kedua, Menjaga lisan agar tidak menyakiti.
Ketiga, Memberi bantuan jika mereka kesulitan.
Keempat, Berbagi makanan atau undangan saat ada acara.
Kelima, Menjaga rahasia dan tidak membuka aib tetangga.
Rasulullah SAW pernah mengingatkan “Tidak sempurna iman seseorang yang kenyang, sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.” (HR. Thabrani).
Hadis ini mengajarkan bahwa kepedulian kepada tetangga harus hadir dalam kehidupan kita sehari-hari.
Relevansi di Era Sekarang
Di zaman modern, interaksi antar tetangga sering berkurang. Banyak orang sibuk dengan urusannya masing-masing, sehingga kadang kita tidak mengenal siapa yang tinggal di rumah sebelah. Padahal, saat ada musibah atau keadaan darurat, tetangga biasanya yang pertama hadir membantu.
Karena itu, menjaga hubungan baik dengan tetangga menjadi sangat penting. Dengan saling menyapa, membantu, dan menghormati, lingkungan akan terasa aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
Memuliakan tetangga bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga bagian dari iman. Al-Qur’an, hadis, dan pesan ulama telah menegaskan betapa pentingnya berbuat baik kepada tetangga. Mari kita mulai dari hal-hal kecil: menyapa, berbagi, dan tidak menyakiti.
Dengan begitu, hidup bertetangga akan menjadi ladang kebaikan dan sumber ketenteraman bagi kita semua.
Reporter Fathurrahim Syuhadi