LAMONGAN lintasjatimnews – Doa adalah ibadah yang paling mudah dilakukan oleh hamba-hamba Allah Swt. Namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Ia tidak memerlukan biaya, tidak membutuhkan tenaga besar, bahkan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Cukup dengan menghadirkan hati, mengangkat tangan, atau bahkan hanya dengan bisikan dalam hati, kita sudah dapat bermunajat kepada Allah Swt.
Allah Swt berfirman “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina (QS. Ghafir : 60)
Ayat ini menegaskan bahwa doa adalah perintah langsung dari Allah sekaligus janji-Nya untuk mengabulkan. Menolak berdoa karena merasa tidak membutuhkan adalah bentuk kesombongan yang akan berujung pada kehinaan.
Rasulullah Saw bersabda “Doa adalah inti ibadah (HR. Tirmidzi)
Mengapa doa disebut inti ibadah? Karena di dalamnya terkandung pengakuan seorang hamba atas kelemahan dan ketidakberdayaannya, serta pengakuan bahwa hanya Allah yang memiliki kuasa untuk menolong, memberi rezeki, mengampuni, dan melapangkan jalan hidup.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata Doa itu bagaikan senjata orang beriman. Kuat dan efektifnya doa tergantung pada tiga hal: kekuatan iman orang yang berdoa, kualitas doa yang dipanjatkan, dan bersihnya hati dari penghalang seperti dosa dan kelalaian.”
Doa memiliki kekuatan yang mampu mengubah keadaan, mendatangkan rezeki, mengangkat kesedihan, dan bahkan menghapus takdir buruk dengan izin Allah. Rasululla Saw bersabda “Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa (HR. Ahmad, Tirmidzi)
Keutamaan doa semakin besar jika dilakukan pada waktu-waktu mustajab, seperti sepertiga malam terakhir, di antara adzan dan iqamah, saat sujud, pada hari Jumat, dan ketika hujan turun. Namun, doa tetaplah mulia kapan saja, selama hati kita hadir penuh keyakinan.
Rasulullah Saw bersabda “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Dia malu jika seorang hamba mengangkat tangan kepada-Nya lalu kembali dalam keadaan kosong (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk berdoa. Bahkan dalam perkara kecil sekalipun. Imam Al-Ghazali berkata, “Pintu doa selalu terbuka bagi siapa pun yang mengetuknya. Tidak ada yang membatasi antara hamba dengan Tuhannya selain kelalaian hati.”
Maka, jadikan doa sebagai sahabat setia dalam setiap langkah. Mulailah hari dengan doa. Akhiri malam dengan doa, dan selipkan doa di setiap aktivitas. Karena di saat semua jalan terasa buntu, doa adalah pintu yang tak pernah terkunci.
Difirmankan Allah Swt “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku (QS. Al-Baqarah : 186)
Doa itu mudah, tetapi kekuatannya luar biasa. Gunakanlah ia setiap hari, karena doa bukan hanya mengubah keadaan, tetapi juga menguatkan hati untuk menerima setiap ketentuan Allah dengan ridha.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









