LAMONGAN lintasjatimnews — Malam penuh makna di halaman Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menjadi saksi persembahan spesial dari santri kelas akhir.
Dalam gelaran Panggung Gembira 639, bukan hanya kreativitas yang ditampilkan, tetapi juga harapan yang disematkan.
Dalam sambutannya, Mudir PA dan PP Al Mizan, Mujianto MPdI, menyampaikan bahwa kehadiran para wali santri, tamu undangan, serta seluruh keluarga besar Al Mizan pada acara ini adalah bentuk penghormatan, doa, dan harapan bersama.
“Kita datang dan hadir di sini bukan sekadar memenuhi undangan. Ini adalah wujud cinta dan doa kita, semoga anak-anak kita mampu melangkah lebih jauh setelah melewati masa pembekalan di Pondok enam tahun atau tiga tahun yang penuh pengalaman ilmu, batin, dan keterampilan,” ujar Mujianto dengan penuh haru.
Menurutnya, segala proses yang telah dilalui para santri bukanlah hal sepele. Mereka telah digembleng bukan hanya dalam hal keilmuan, tetapi juga dalam menghadapi kehidupan dengan hati dan keteguhan jiwa.
Dan malam ini, kata Mujianto, para santri memberikan persembahan terakhir sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengabdian.
“Saya berharap apa yang ditampilkan malam ini bukan hanya menghibur, tapi juga menjadi inspirasi bagi santri yang lain mulai dari kelas satu hingga lima, bagi para undangan, bahkan bagi siapa saja yang hadir malam ini,” imbuhnya.
Panggung Gembira 639 bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga ruang dakwah, pembelajaran, dan penghargaan terhadap proses panjang yang telah ditempuh para santri.
Di balik gemerlap panggung dan tepuk tangan, tersembunyi harapan besar: agar para santri dapat menjadi insan yang bermanfaat di mana pun mereka berada, membawa ilmu, akhlak, dan cinta dalam langkah-langkah hidup mereka ke depan. (*)
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









