SIDOARJO lintasjatimnews – Lapangan Desa Kecipik, Kecamatan Masangan Kulon, Kabupaten Sidoarjo, mendadak dipenuhi lautan manusia pada Minggu, 25 Mei 2025. Pesta Rakyat yang diadakan oleh tokoh inspiratif Salim Abdul Rahman ini menjadi magnet tersendiri bagi ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.
Acara yang bertajuk “Hari Ibu Surga” ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pesan mendalam tentang pentingnya peran seorang ibu dalam kehidupan.
Salim Abdul Rahman: “Ibu Adalah Segalanya Bagi Kita”
Dalam sambutannya yang menggetarkan hati, Salim Abdul Rahman menyampaikan pesan penuh haru dan reflektif tentang pentingnya mengagungkan peran ibu:
“Saya hadir ke Surabaya ini Alhamdulillah syukur nikmat Allah itu ya saya betul-betul apabila saya datang di Surabaya ini selepas di Bogor dan semata-mata ini adalah saya menyanyikan sebenarnya pelancaran Hari Ibu Surga. Memang kita hidup ini tanpa ibu tidak ada semua yang dalam ini ya ada ayah dan ibu, ayah itu pegang kunci dan saya mau mengangkatkan ibu-ibu mulai hari ini.”
Pesan tersebut disambut haru oleh para hadirin. Banyak yang terlihat menitikkan air mata mendengar kisah dan renungan mendalam tersebut.
“Kalau ibu tidak ada, sudah menyesal kamu. Karena itu saya mengandung seluruh kerajaan di Indonesia dan Malaysia ini harus mengagungkan ibu karena ibu itu segala-gala bagi kita…” tutur papa Salim panggilan akrabnya.
Acara yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini juga menghadirkan sederet bintang tamu ternama yang turut menyemarakkan suasana, antara lain Ustaz Derry Sulaiman, Wilie Salim, Ustaz Ebiet Lew, Irrayli, Asti (Ariess) serta grup musik religi populer El Sika – Bukan Gambus Biasa. Musik bernuansa religi dan pop gambus menciptakan suasana damai dan menyentuh hati.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga membagikan 6000 voucher makan dan minuman gratis, sembako, hingga umrah gratis untuk para peserta yang beruntung. Kehadiran pelaku UMKM dari Pasar Minggu juga menjadi bagian penting dari misi pemberdayaan ekonomi lokal.
Acara ini menjadi simbol komitmen sosial dan keagamaan yang menyentuh. Tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai kasih sayang keluarga, terutama kepada ibu.
“Kementerian-kementerian harus menjaga orang-orang susah karena orang kaya terlalu banyak, ya terlalu banyak orang kaya ringan tangan. Yang miskin pada tantangan Allah biasa tidak pernah tidur. Mudah-mudahan diberkati Allah.” pungkasnya.
Reporter: arahman