BANDUNG lintasjatimnews – Untuk yang pertama kalinya, Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam (STEBI) Bina Essa Bandung Barat menggelar acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana Tahun Akademik 2024-2025 bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangot Kabupaten Sumedang, Sabtu 24/5.
Dengan mengambil Tagline “Persib Juara, Aing Wisuda” Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam (STEBI) Bina Essa mewisuda sebanyak 189 sarjana dari prodi Sarjana Ekonomi Syari’ah dari tiga angkatan yang berbeda.
Acara yang dipenuhi dengan raut wajah gembira para wisudawan serta keluarga yang mendampinginya tersebut diwarna dengan nuansa agak kebiru biruan dimana hal tersebut merupakan simbol dari spirit glorifikasi atau spirit kebersyukuran dimana kali Persib menjadi juara serta Mahasiswa di Wisuda artinya spirit sama sama juara.
Dalam amanatnya kepada para wisudawan, Ketua Yayasan yang menaungi STEBI Bina Essa Prof Dr. H. Sjamsuri SA mengatakan kepada para wisudan tentang satu formula kehidupan “Untuk kalian semua sebagai Sarjana baru, saya menyampaikan tentang satu formula kehidupan yaitu Aku Jadi Sarjana”
Menurut Prof Dr. H. Sjamsuri SA, Sarjana itu terdiri beberapa huruf, dimana huruf huruf tersebut mempunyai arti atau makna tersendiri “Allah SWT itu telah membekali manusia dengan peralatan serta perangkat lunak yang sangat lengkap yang melekat dalam badan serta panca indera kita, dimana hal tersebut sangat besar manfaatnya serta tidak ternilai harganya”
“Manusia telah diberikan Allah SWT perangkat lunak yaitu otak dan kecerdasan serta hati nurani dimana semua itu dapat dipergunakan setiap saat, kalau kita dapat mempergunakan perangkat lunak yang diberikan Allah SWT tersebut dengan sebaik baiknya, maka kita tidak akan miskin” lanjut Mantan Ketua Kadin Jabar ini.
Selanjutnya Prof Dr. H. Sjamsuri SA mengatakan “Ketidak kayaan manusia itu karena tidak bersyukur atas bekal yang sangat banyak serta luas yang diberikan Allah SWT terhadap kita”
Diakhir sambutannya, Prof Dr. H. Sjamsuri SA, mengajak seluruh wisudawan untuk menunjukan bahwa mereka adalah Sarjana serta tunjukan pada dunia serta ucapkan setiap saat adalah Sarjana yang bermanfaat pada diri sendiri serta orang lain.
Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah II Jawa Barat Prof Dr Hj. Aan Hasanah dalam kesempatan tersebut mengatakan ada tiga bagian bagaimana kita meningkatkan kualitas sebagai alumni Perguruan tinggi dari Kopertais yang ada di wilayah dia Jabar.
“Yang pertama saat ini kita sedang menghadapai fenomena tantangan yang luar biasa adalah perilaku yang sudah lepas dari nilai nilai moral”
“Kita harus memiliki Kompas moral, karena kompascom itu penunjuk arah dan yang mengarahkan, ketika kompas moral itu rusak, maka kita akan berjalan tanpa arah” Lanjutnya.
“Fenomena yang terjadi hari ini jangan jangan kompas moral manusia sedang rusak atu sedang tidak baik baik saja, dimana banyak anak anak yang membangkang, menganiaya hingga menghilangkan nyawa orang tuanya sendiri dimana hal tersebut menurut akal sehat serta nurani kemana kompas moral yang selama ini menjadi kebanggaan serta ciri kemanusiaan”
“Oleh sebab itu, Saya mengajak kepada seluruh wisudawan sebagai lulusan perguruan tinggi bagaiman kita bersama sama menjaga agar kompas moral ini berjalan baik serta tetap berjalan berbasis nilai nilai moral, dan itulah tanggung jawab kita sebagai lulusan perguruan tinggi” Lanjutnya.
“Rusaknya sebuah Bangsa bukannya ketertinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi, sejarah peradaban islam membuktikan bahwa rusaknya dan hilangnya sebuah bangsa itu karena hilangnya moral” Tegasnya.
“Yang kedua adalah berpikir ulang tentang Reformasi di perguruan tinggi, yang kita butuhkan bukan cara pandang yang monolitik, homogen namun pengetahuan yang integrasi yang artinya bagaimana perguruan tinggi maupun alumninya melihat kompleksitas kehidupan ini dari berbagai sudut pandang yang komperhensif” lanjutProf Dr Hj. Aan Hasanah
“Yang ketiga adalah menguatkan kompetensi, para wisudawan STEBI jurusan Ekonomi Syari’ah sekarang ini diluar sedang sangat booming, namun kalau kompetensinya tidak masuk menjadi syarat didunia kerja di ekonomi syari’ah maka akan ketinggakan, oleh karena itu harus menguatkan kompetensi dalam bidang ekonomi syari’ah, serta perlihatkan pada dunia bahwa kita memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja” ucapnya.
Prof Dr Hj. Aan Hasanah juga mengajak agar para sarjana untuk menciptakan lapangan kerja dan bukan mencari lapangan kerja serta mengajak wisudawan untuk mencintai almamaternya dengan cara membawa calon mahasiswa baru untuk berkuliah dikampus tempat wisudawan berkuliah.
Reporter: ahmadh.









