LAMONGAN lintasjatimnews – Sebanyak 3.591 anak Lamongan dikukuhkan menjadi hafidz dan hafidzah oleh Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, MBA pada wisuda tahfidz ke-7 Gerakan Lamongan Menghafal di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Kamis (22/5/2025). Wisuda tahfidz ini menjadi salah satu bentuk strategi yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Lamongan, Ir. Munif Syarif, M.M., melaporkan bahwa dasar penyelenggaraan pengukuhan Hafidz Hafidzah Al-Quran di antaranya Peraturan Daerah no .6 tahun 2024 tentagn Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025, Peraturan Bupati No. 5 tahun 2013, tentang Baca Al-quran bagi Peserta Didik di Kabupaten Lamongan, Program Kerja LPTQ tahun 2025 melalui Gerakan Lamongan Menghafal Al-Quran.
Sebelum dilaksanakan wisuda, seluruh siswa sudah mengikuti ujian di lembaga masing-masing. Tercatat ada 7.810 anak yang mengikuti ujian, dengan 3.591 diantaranya memperoleh predikat A, 1.549 memperoleh predikat B, 814 memperoleh predikat C, dan 1.856 belum memenuhi syarat. Setelah melakukan ujian tahfidz, akan diberikan sertifikat resmi dari LPTQ Lamongan yang dapat digunakan untuk tambahan nilai saat mendaftar ke sekolah jenjang selanjutnya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa sumber daya manusia yang berdaya saing diimplementasikan lewat program Lamongan Menghafal Al Quran. Dengan tujuan menjadikan Al Quran sebagai pegangan hidup, sehingga dapat terwujud generasi muda yang berakhlakul karimah. Pak YES, panggilan akrab Yuhronur Efendi, juga menambahkan bahwa sumber daya manusia adalah investasi penting untuk soft power yang mampu mengoptimalkan potensi daerah di masa mendatang.
Pada kesempatan itu, hadir juga Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Prof Biyanto, M.Ag. Menurutnya, penyeimbangan antara akademik dan spiritual pada pendidikan anak sangat penting, karena mampu membentuk individu yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat. “Program Pemkab Lamongan, Gerakan Lamongan Menghafal ini sangat positif, karena akan memberikan dampak yang baik untuk kualitas generasi bangsa,” ujar Biyanto.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga memiliki beberapa program unggulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, seperti program beasiswa yang telah didistribusikan lebih dari 8000 beasiswa, termasuk beasiswa S2 khusus bagi para hafiz Quran. Selain itu, program nelayan Lamongan ngantri juga digulirkan sebagai strategi pembangunan karakter keagamaan di tengah tantangan global. Dengan demikian, diharapkan dapat terwujud generasi muda yang berakhlakul karimah dan siap bersaing di era global.
Bupati Yes mengatakan, Pemkab Lamongan akan terus membersamai program pusat dalam mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing. Salah satunya dengan penguatan bidang pendidikan, kesehatan, dan kesalehan sosial. Bahkan tahun ini, Pemkab Lamongan menggulirkan program Lamongan Nyantri. Program tersebut dimaksudkan untuk membentuk karakter anak yang baik melalui gerakan one week one juz, mematikan gadjet 1821, dan GLM,’’ tuturnya.
Program ini tidak hanya membangun generasi religius, tapi juga memperkuat ketahanan sosial, mendorong kedekatan keluarga, serta menjadikan rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Pemerintah yakin bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dapat menjadi soft power yang dapat mengoptimalkan berbagai potensi daerah dan mengantarkan Lamongan mencapai kinerja terbaik menyongsong Indonesia Emas 2045.
Lembih lanjut Pak YES mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Misi Kedua RPJMD Tahun 2025-2029 menguatkan daya saing sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Untuk memperkuat capaian tersebut, pemerintah menghadirkan program prioritas yang holistik guna peningkatan kualitas layanan pendidikan dan memastikan seluruh anak usia sekolah bisa mengakses pendidikan tanpa terhalang biaya.
Lebih dari 8.000 beasiswa telah didistribusikan, termasuk beasiswa S2 khusus bagi para hafiz Quran setiap tahunnya.
Kontributor: M. Said









