Senyum Bahagia Didin, Mahasiswa Difabel Lulusan PENS Jalur PJJ

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Berulang kali Mochammad Didin Asiyawan Syabani, yang akrab dipanggil Didin ini melemparkan senyum bahagia. Didin merupakan salah satu mahasiswa difabel asal Wringinanom, Kab.Gresik yang turut diwisuda pada 19 April 2025 minggu lalu di Auditorium Gedung Pasca Sarjana Terapan PENS, (24/4/25).

Ucapan syukur sekaligus terima kasih juga tak henti-hentinya disampaikan, khususnya kepada kedua orang tuanya yang selama ini mendampingi dan mendukungnya dalam menyelesaikan studi. Didin yang dulu kerap menerima bullying verbal saat duduk di bangku Sekolah Dasar, saat ini boleh berbangga atas capaiannya. Ditemani kedua orang tua serta dua adik perempuannya, Didin pun menunjukkan ijazah dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,4 yang dibawanya selepas acara Wisuda ke 24 PENS.

Didin pun menceritakan perjuangannya dalam menempuh pendidikan hingga di jenjang D3 Teknik Informatika Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang penuh tantangan. Selepas menamatkan pendidikan Paket C di YPP Mujahadah Miftahul Hidayah Gresik, Didin pun tak lantas mengubur mimpinya untuk melanjutkan kuliah. “Saya menyadari kondisi saya, jadi selepas lulus SMA Paket C saya langsung mencari informasi mengenai pendidikan lanjutan yang cocok. Dan alhamdulillah di dekat rumah saya ada sub kampus PENS, di daerah Jetis, dan saya pun mendaftar,”katanya. 

Pria penyuka mata kuliah Pemrograman dan Desain Web ini menyatakan jika dia tidak menemui hambatan besar selama proses perkuliahan berlangsung, selain memang keterbatasan waktu belajar karena perkuliahan dilaksanakan secara daring, dengan durasi yang terbatas.

Dirinya pun tak menyangka jika teman-teman dan dosen yang selama ini mengajar sangat sabar dan mau melayani pertanyaan atau bahkan bersedia membantunya dalam belajar. “Senang bisa kuliah di sini, punya teman-teman yang mendukung saya. Kadang kami sharing-sharing. Di sini saya ketemu dosen yang baik, tidak mempersulit, meskipun dalam beberapa hal saya sering menghubungi beliau (dosen, red.),”terangnya. 

Mengetahui banyak teman-temannya yang mundur karena merasa kesulitan membagi waktu atau pun mengerjakan tugas yang berhubungan dengan pemrograman,Didin justru sebaliknya. Dia pun menyayangkan . “Teman-teman mahasiswa PJJ jangan mudah menyerah jika menemukan hambatan atau kesulitan saat kuliah, termasuk ketika bersangkutan dengan pemrograman. Tetap berusaha. Saya dengan kondisi seperti ini saja bisa, pasti teman-teman juga bisa,” katanya sembari tersenyum dan menunjukkan kondisi jari dan telapak tangannya.

Yesta Medya Mahardhika, S.Tr.Kom, MT. salah satu dosen pembimbing Didin pun menyampaikan jika Didin ini termasuk bimbingannya yang memiliki semangat tinggi. Meski selama perkuliahan dirinya tak pernah bertemu fisik. “Didin tidak pernah menyampaikan kondisinya, dan saya pun tahu kondisi Didin setelah sidang. Saya pun jadi paham jika apa yang dikerjakannya membutuhkan waktu. Karena itu saya sangat menghargai semangatnya,”ungkap Yesta yang salut atas kegigihan Didin selama mengerjakan Revisi Tugas Akhirnya tentang Sistem Informasi Penjualan pada Toko Kelontong Online.

Didin berencana akan melanjutkan perkuliahan ke jenjang yang lebih tinggi. “InshaAllah saya ingin melanjutkan kuliah ke program Sarjana Terapan Teknik Informatika di PENS. Namun saya belum menyampaikan ke orang tua, bagaimana nanti saya belum tahu karena perkuliahannya offline,”tukasnya.

Pada periode wisuda kali ini PENS meluluskan 148 mahasiswa, yang terdiri dari 11 lulusan Program Magister Terapan, 112 lulusan Sarjana Terapan, dan 25 lulusan Program Diploma Tiga. 

Reporter: ahmadh