Orchestra Kebangsaan Bersama MAKI Jatim Sebagai Simbol Ikhtiar Melawan Korupsi dengan Budaya

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menggelar acara bertajuk “Janji Suci Setia Mengabdi Tanpa Korupsi” Menampilkan Orchestra Kebangsaan sebagai bentuk simbol perwujudan semangat kejujuran, integritas, dan dedikasi tanpa korupsi.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh pemerintah, akademisi, seniman, dan masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio menegaskan bahwa Orkestra Kebangsaan bukan sekadar panggung seni, tetapi wadah refleksi bagi setiap individu, terutama mereka yang memegang amanah sebagai pelayan publik.

“Kami ingin menyentuh hati masyarakat, terutama para pengabdi negeri, agar selalu menjunjung tinggi kejujuran. Orkestra Kebangsaan ini adalah panggilan moral, simbol ikhtiar kami untuk melawan korupsi dengan pendekatan budaya,” ungkapnya.

Adapun Konsep orkestra dipersembahkan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan membawakan karya-karya monumental dari musisi legendaris Indonesia, Erros Djarot.

“Pilihan lagu ini dipandang mampu menyentuh hati masyarakat dan menjadi refleksi tentang pentingnya nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan kejujuran,” jelas Heru.

Sementara, Emil Dardak menyampaikan apresiasinya kepada MAKI atas inisiatifnya mengadakan acara ini. Ia juga menyoroti pentingnya seni sebagai medium penyampai pesan moral dan kebangsaan.

“Melalui karya seni seperti malam ini, kita diingatkan untuk terus menanamkan nilai-nilai integritas dan anti-korupsi di setiap aspek kehidupan kita. Bapak Presiden Prabowo Subianto juga telah berkali-kali menegaskan komitmennya untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” ujar Emil.

Emil juga memberikan apresiasi kepada para seniman yang membawakan lagu-lagu bertema kebangsaan. Menurutnya, karya-karya tersebut tidak hanya indah, tetapi juga memiliki pesan mendalam untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan kejujuran.

“Semangat ini harus terus kita bawa, mulai dari hal sederhana seperti kejujuran dalam keseharian hingga membangun sistem yang bebas dari korupsi. Evaluasi terhadap pelaksanaan Pilkada juga penting untuk memastikan integritas di setiap proses demokrasi,” pungkasnya.

Reporter: arahman