Tiga Ribu Kader Hadiri Milad Nasyiatul Aisyiyah Ke 96, Gotong Royong untuk Kemanusiaan Semesta

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Sebanyak 3.000 kader Nasyiatul Aisyiyah memperingati miladnya yang ke 96. Mengambil tema Gotong Royong untuk Kemanusiaan Semesta. Kegiatan ini bertempat di GOR (Gedung Olah Raga) Lamongan

Milad Nasyiatul Aisyiyah ke 96 ini dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Emil Elestianto Dardak. Hadir juga Wakil Ketua PWM Jawa Timur Sholihin Fanani dan Pimpinan Ortom tingkat Wilayah. PDM Lamongan beserta Ortomnya

Resepsi Milad Nasyiatul Aisyiyah ke 96 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Lamongan kolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan dan masyarakat Lamongan mengucapkan selamat melaksanakan Resepsi Milad Nasyiatul Aisyiyah ke 96 di Lamongan ini. Mudah-mudahan Nasyiatul Aisyiyah terus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan peradaban masyarakat di Jawa Timur

Alumni SMP Muhammadiyah ini juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Lamongan atas sinergi dan kontribusinya dalam membangun semua aspek kehidupan di Lamongan. Sehingga IPM Lamongan mencapai 75,29 ini menempatkan Lamongan berada di atas rata-rata Jawa Timur dan Nasional.

“Seperti halnya tema acara gotong royong untuk kemanusiaan semesta, mari terus bergotong-royong dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan kemanusiaan semesta,” ujar doktor lulusan Universitas Brawijaya Malang ini.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang juga menjadi keynote speech, menyambut baik acara positif ini. Menurutnya, peran organisasi sebagai pelopor gotong royong tidak hanya berdampak pada organisasi tetapi untuk kemaslahatan umat.

Lanjut Emil Dardak, Nasyiatul Aisyiyah sangat besar sumbangsihnya di dalam gerakan kesehatan, keperempuanan bahkan di bidang ekonomi umat. Dengan semangat gotong royong, kenapa harus semangat gotong royong.

“Kalau pakai itungan bisnis semua akan memakai perhitungan pribadi, tidak akan bisa mencapai cita-cita yang diinginkan, tidak akan berdiri sekolah-sekolah Muhammadiyah yang membanggakan, rumah sakit yang berkualitas seperti yang ada sekarang ini,” jelas politisi Partai Demokrat ini

Peraih gelar Ph.D atau Doktor di Jurusan Ekonomi Pembangunan dan menjadi lulusan termuda di Jepang dari Ritsumeikan Asia Pacific University pada usia 22 tahun menjelaskan, anggaran pemerintah selama ini menyumbang 5 persen dari roda perekonomian di Jawa Timur, 60 persen dari perputaran ekonomi masyarakat, serta 20 dari investasi, dimana diantaranya berdiri bangunan-bangunan sekolah hingga rumah sakit swasta.

Ditambahkan mantan Bupati Trenggalek ini, peran luar biasa juga diberikan oleh lembaga ormas seperti Muhammadiyah. Seperti investasi membangun rumah sakit, sekolah-sekolah, badan usaha hingga yayasan panti asuhan. Ini pemerintah tidak ikut membangun, untuk itu kami terus mensuport berbagai lembaga baik swasta maupun negeri bersama-sama memberi peran terbaik untuk kemajuan negeri.

“Alhamdulillah kemiskinan di Jawa Timur turun menjadi 9,79 persen, ini menjadi prestasi luar biasa, tentu ini tidak akan bisa dicapai tanpa semangat gotong royong dengan perjuangan bersama,” pungkas istri artis Arumi Bachsin.

Reporter Fathurrahim Syuhadi