TRENGGALEK lintasjatimnews – Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama Pemerintah Desa Dongko siap mengembangkan Desa Wisata yang berdaya melalui penguatan Bumdes, Rabu 12/6/2024.
FH Unair kali ini melakukan penyuluhan yang merupakan bagian dari rangkaian program Pengabdian Masyarakat 2024. Pengabdian Masyaraktat dengan tema “PENGUATAN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN DESA WISATA YANG BERDAYA DI DESA DONGKO, TRENGGALEK”.
Penyuluhan ini membawa concern besar terkait belum optimalnya pengelolaan Bumdes dalam menunjang terwujudnya desa wisata. Padahal, Desa Dongko sendiri memiliki potensi wisata yang cukup besar, khususnya wisata budaya.
Potensi wisata inilah yang sekaligus menjadikan Dongko sebagai Desa Warisan Budaya (Culture Heritage) dan membawa nama Kecamatan Dongko masuk dalam kategori empat kota yang berada di Kabupaten Trenggalek dengan sebutan Kota Warisan Budaya (Culture Heritage City).
Beberapa wisata budaya tersebut seperti: Upacara Adat Ngetung Batih, Upacara Adat Baritan, dan warisan budaya lain seperti Seni Kentrung, Seni Terbang Ello, Seni Turonggo Yakso, dan Seni Jaranan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Dongko, Bapak Marni, memberikan gambaran terkait eksistensi BUMDES Dongko dan kondisi wisata budaya terkini di Desa Dongko, serta kendala utama yang dihadapi seperti minimnya pemanfaatan BUMDES untuk mengembangkan desa wisata, permasalahan permodalan, serta promosi yang belum terlaksana secara masif.
“Kami berharap melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat, yang salah satunya lewat penyuluhan ini, bisa diberikan masukan-masukan dalam menjawab kendala pengembangan desa wisata di Dongko”, ujar Marni.
Melalui penyuluhan tersebut, disampaikan tiga materi utama yaitu: Penyertaan modal desa pada Bumdes; Kolaborasi BUMDesa dan Pokdarwis dalam pengembangan desa wisata; dan Langkah promosi inovatif desa wisata melalui media online.
Ketiga materi tersebut disampaikan oleh Dr. Emanuel Sujatmoko, S.H., M.S., Dr. Lanny Ramli, S.H., M.Hum., dan Ratri Amelia Aisyah, S.M., M.SM. dan dimoderatori oleh Indria Wahyuni, S.H., LL.M., Ph.D.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung menarik dengan menjawab permasalahan dalam tataran praktikal terkait penguatan Bumdes, permodalan, dan promosi desa wisata di Dongko.
Dr. Lanny Ramli, S.H., M.Hum, juga turut menyampaikan bahwa perwujudan desa wisata ini harus tetap menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya yang ada dalam masyarakat. Desa wisata dapat dikembangkan dengan melibatkan masyarakat, termasuk dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata Sumber Lancar Dongko (Pokdarwis).
Dr. Emmanuel Sujatmoko, S.H., M.S., menambahkan bahwa eksistensi Pokdarwis dapat menjadi motor penggerak dalam pengelolaan wisata di desa. Ia melanjutkan, “di lain sisi, Bumdes dapat memegang peran pengelolaan modal, termasuk modal yang kaitannya dengan perwujudan desa wisata”.
Dengan demikian, perwujudan desa wisata ini akan dapat berkembang pesat dan baik apabila ada sinergitas antara Pemerintah Desa, Bumdes, Pokdarwis, dan masyarakat.
Wilda Prihatiningtyas, S.H., M.H., Ketua Pengabdian Masyarakat menyampaikan, “Saya melihat ada potensi desa wisata yang sangat luar biasa menarik dan tentu dapat dikembangkan lebih lagi.”
Berangkat dari hal tersebut, kami bersama ingin membantu memikirkan terobosan agar fungsi Bumdes dalam pengelolaan desa wisata di Dongko dapat berjalan lebih optimal. Sehingga output yang dapat dirasakan ialah peningkatan pendapatan asli desa dan perekonomian masyarakat desa yang tentu berjalan beriringan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat desa”, lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Dongko, Marni, menyampaikan harapan keberlanjutan kerjasama sehingga pendampingan terhadap pengelolaan dan penguatan Bumdes serta desa wisata di Dongko dapat berjalan lebih optimal.
“Alhamdulilah hubungan baik pemerintah desa dengan Universitas Airlangga masih terus terjalin. Saya berharap silahturahmi baik antara Desa Dongko dan Universitas Airlangga tetap dapat berlangsung seterusnya, supaya sekiranya pendampingan dan pengembangan potensi wisata di sini dapat berkelanjutan”, pungkasnya.
Reporter: Winarto









