LAMONGAN Lintasjatimnews.com – Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (PA dan PP) Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar Tasmi’ Akbar dan Haflah untuk santri yang telah hafal 30 Juz Al-Qur’an pada Jumat, 7 Juni 2024, di Pondok Tahfidz Putri Al Mizan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Wakil Mudir Al Mizan, para asatidzah, serta seluruh santriwati Pondok Tahfidz Al Mizan Putri.
Dalam sambutannya, Wakil Mudir Al Mizan, Ustadz Anggun Imanto, menyampaikan selamat kepada enam santriwati yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an. Mereka adalah Zahrotun Niswah binti almarhum Zumar, Salma Amalina Sayidah Putra, Mar’atus Sholihah Faizatin Nisa binti Suprayitno, Meiliza Nur Faizah binti almarhum Muhammad Fadli, Nur Rizki Artamevia binti Ahmad Akib Budiono, dan Sri Raihana Aqila Putri binti Dedi Sumardiono.
“Kami berharap semoga Al Mizan bisa memberikan yang terbaik bagi para penghafal Al-Qur’an sehingga dapat menyemangati teman-teman yang belum menyelesaikan 30 juz,” ujarnya di hadapan para santriwati Tahfidz Al Mizan.
Lebih lanjut, Ustadz Anggun menyampaikan bahwa para santriwati yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz insya Allah akan diberikan penghargaan oleh Al Mizan pada acara Akhirusannah yang akan dilaksanakan pada Ahad, 9 Juni 2024.
Menurut Ustadz Anggun, penghargaan tersebut diberikan sebagai motivasi bagi para santri, meskipun motivasi utama bukanlah hadiah di dunia, melainkan mencari ridha Allah.
Ustadz Anggun juga mengingatkan agar para santriwati yang telah hafal 30 juz tidak berhenti menyetor hafalan, setidaknya dengan niat menyetorkannya kepada Allah melalui shalat tahajud.
“Jadi, jika selama ini anak-anak semangat menyetor hafalan kepada para ustadz dan ustadzah untuk menyelesaikan 30 juz, maka untuk menjaga hafalan tersebut, kalian harus menyetorkannya kepada Allah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ustadz Anggun menambahkan bahwa niat shalat pada rakaat pertama dapat diniatkan sebagai bentuk murojaah dan setoran kepada Allah, sehingga semangat untuk tasmi’ dan hafalan bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah.
“Jadi kali ini, saya ingin kalian tasmi’ dan dengarkan dengan sebaik-baiknya, ya Allah, sehingga tasmi’ dan hafalan itu tidak berhenti setelah surat An-Nas,” lanjutnya.
“Makanya guru-guru kami dulu mengajarkan, ketika selesai membaca Al-Qur’an, dimulai lagi dengan Al-Fatihah dan ditutup dengan Al-Fatihah, agar Al-Qur’an terus dikumandangkan sepanjang hayat kita,” imbuhnya.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









