LAMONGAN lintasjatimnews.com – Lomba Nembang Macapat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 455 dibuka Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Aula Gajah Mada Pemerintah kabupaten Lamongan, Sabtu (1/6/2024).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 55 peserta ini di inisiasi oleh Paguyuban Wilwatikta bekerjasama dengan Paguyuban Permadani dan disupport penuh oleh Pemkab Lamongan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Lamongan Ke-455.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi merasa senang dan bangga dapat membuka acara lomba nembang macapat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Lamongan Ke-455. Ini merupakan kegiatan pelestarian budaya yang positif
“Saya merasa merasa senang dan bangga dapat membuka acara lomba nembang macapat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Lamongan Ke-455. Ini merupakan kegiatan pelestarian budaya yang positif,” ujar Bupati Yuhronur
Untuk itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap kegiatan pelestarian budaya seperti ini dapat diagendakan setiap tahunnya.
lanjutnya, alasan diadakan lomba mocopat ini terus dilestarikan, tentu kita melihat dan merasakan sendiri peradaban ini terus berubah, kecanggihan teknologi informasi bisa merubah kegiatan kita setiap harinya.
“Sehingga jika berbagai perubahan itu tidak kita sikapi dengan terus melestarikan budaya, peradaban peninggalan nenek moyang kita pasti akan terlupakan pada jati diri kita bahwa kita ini mempunyai budaya adiluhur yang luar biasa, kita akan melupakan beragam adat budaya Indonesia,” ujar Bupati kelahiran Kecamatan Karanggeneng ini
Panitia Paguyuban Wilwatikta Kabupaten Lamongan Kiyatarta menyampaikan bahwa diselenggarakannya lomba nembang macapat untuk umum merebutkan piala Bupati Lamongan ini sebagai bentuk pelestarian budaya jawa agar tetap berkembang di tengah masyarakat.
“Meski hanya diumumkan lewat sosial media dan banner-banner, banyak sekali yang mengikuti lomba ini. Ini menunjukan minat melestarikan budaya jawa di kalangan warga Lamongan masih tinggi,” ujar Kiyatarta
Bekerjasama dengan Paguyuban Permadani Kabupaten Lamongan dan mendapat support penuh dari Pemkab Lamongan, lomba macapat ini diikuti sebanyak 55 peserta dari penjuru Kabupaten Lamongan.
Macapat sendiri merupakan tembang atau puisi tradisional Jawa, dimana setiap bait macapat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata tertentu, dan berakhir pada bunyi sajak akhir yang disebut guru lagu.
Reporter : Fathurrahim Syuhadi









