SURABAYA lintasjatimnews.com- Commonwealth Secondary School Singapore, sekolah menengah otonom dan pendidikan bersama pemerintah di Jurong East Singapore, belajar membatik di rumah kreasi Ibu Semangat Indonesia Kuat (ISIK) Surabaya, di Medokan Asri Barat Rungkut Surabaya.
“Batik adalah corak atau gambar pada kain yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam atau lilin kemudian mengolahnya di proses dengan cara tertentu” penjelasan Suhesti Andrijani, direktur bidang pelatihan, dalam bahasa inggris kepada siswa Commonwealth Secondary School Singapore.
Lanjut Hesti menerangkan, “Kata batik juga berasal dari kata ‘Ambatik’ yang bermaksud kain dengan titik titik kecil, dari titik-titik kecil di hubungkan maka membentuk sebuah motif. Menurut SNI 0239(2014) batik adalah kerajinan tangan sebagai hasil pewarnaan secara perintang menggunakan malam panas sebagai perintang warna dengan alat yang bernama canting” katanya.
Lukman Hakim sebagai direktur operasional dan pengembangan bisnis Ibu Semangat Indonesia Kuat Surabaya, mempersiapkan segala sesuatunya dalam rangka kedatangan tamu siswa dari salah satu sekolah yang ada di Singapore tersebut, begitupula Angga, mereka saling kolaborasi dalam tugas tersebut.
Founder dan Direktur Utama ISIK Surabaya, Prita E. Yusdiantoro menyampaikan rasa bahagia dan senangnya atas silaturahmi dari Commonwealth Secondary School Singapore ini, “Selamat datang kami sampaikan kepada Commonwealth Secondary School Singapore di rumah kreasi ISIK Surabaya” katanya.
Prita menjelaskan bahwa ISIK Surabaya merupakan komunikasi sosial yang memberikan pelatihan membatik tulis, ecoprint, shibory dan lukis kain kepada ibu-ibu dan remaja putri, dengan harapan tercipta enterpreneur women baru, yang akan berdampak pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitarnya.
“Isik adalah sebuah komunitas yang terdiri dari ibu-ibu yang ada di Surabaya, yang kami sampingi kami bina supaya mandiri secara finansial, Ibu-ibu di ISIK ini adalah ibu-ibu hebat, kebanyakan merupakan kader yang ada dikelurahan dan kecamatan yang ada di Surabaya, mereka inilah nanti akan menularkan ilmunya kepada ibu-ibu atau masyarakat yang ada di Surabaya” jelas Prita
Prita menyampaikan ungkapan impiannya, “Saya punya cita-cita ketika batik tulis menjadi budaya warisan Indonesia, saya menginginkan dari Surabaya nanti menjadi Nasional minimal wanita Indonesia harus bisa membatik atau mengetahui apa itu batik”, katanya.
“Di Singapore nanti dengan tangannya anak-anak semua kami berharap punya batik Singapore dengan ciri khas Singapore, Singapore negara yang hebat negara tetangga yang dekat dengan Indonesia, jika ilmu membatik tulis ini bisa tertular disana tidak apa karena tentunya akan mempunyai ciri khas sendiri”
“Terimakasih kami sampaikan atas kepercayaan untuk belajar membatik bersama ISIK ini, ISIK Surabaya akan selalu senang hati menerima kunjungan kembali untuk belajar bersama kami”, ungkapan rasa gembira Prita.
Reporter : Heni









