LAMONGAN lintasjatimnews.com – Muhammadiyah Kalitengah bersama Aisyiah, Pemuda dan Nasyiatul Aisyiah terus bergerak memberi. Mulai dari memberi makan dan kajian tiap jelang berbuka, santunan anak yatim, santunan pada fakir miskin dan bagi-bagi takjil serta kegiatan lain dalam bentuk penguatan nilai-nilai agama dalam bentuk safari mubaligh majlis tabligh ke ranting-ranting. Kegiatan tersebut hampir dilaksanakan 3 kali dalam sepekan di bulan Ramadan 1445 yang dilaksanakan di Masjid Alakbar PCM Kalitengah.
Tentu kegiatan tersebut dapat dukungan partisipasi aktif dari donatur setempat, dari PRA Tumenggung Baru Lamongan, dari program Kado Ramadan LAZISMU yang diantar PDNA Lamongan dan partisipan lain yang percaya bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang amanah dalam menyalurkan bantuan pada yang berhak tanpa memandang golongan.
Muhammadiyah semakin subur dan menyegarkan bagi orang-orang sekelilingnya dengan berbagai aktifitas taawunnya, terlebih pada Ramadan. Sebagaimana Rasulullah, adalah sosok yang paling dermawan dan menyenangkan. Dan beliau lebih dermawan dan lebih menyenangkan manakala memakmurkan Ramadan seperti angin yang berhembus, menyejukkan siapa saja.
Salah satu sepirit organisasi Islam Berkemajuan yang didirikan Kyai Dahlan adalah taawun atau menolong kepada kaum dhuafa yang lemah dalam bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan.
Sebagaimana sejarah yang telah tertrasformasi dari generasi ke generasi yang dilatari spirit pengajian Quran Surat Alamaun. Bahwa orang yang mendustakan agamanya adalah yang suka menghardik anak yatim dan tidak mau menolong orang miskin. Kyai Dahlan tergugah dengan ayat-ayat tersebut berbulan-bulan. Beliau tidak mau mengajarkan santrinya ke ayat berikutnya sebelum ayat-ayat tersebut diamalkan.
Salah satu santri akhirnya ada yang protes bahwa mereka sudah bisa baca, menghafal dan memahaminya, kenapa tidak pindah ke surat lain? Jawaban sederhana Kyai Dahlan sangat menohok santrinya. “Sudahkah kalian memberi makan anak-anak dan orang miskin yang kelaparan? Kalau belum datanglah ke alun-alun selatan Jogjakarta!”
Salah satu spirit itulah Muhammadiyah hadir di tengah-tengah masyarakat yang butuh disentuh dan dibangkitkan untuk sama-sama menjadi bagian masyarakat yang kuat, memajukan lingkungan, bangsa dan agamanya.
Reporter M. Said









