Ketua PCA Tanggul, Farida : Puasa Melatih Disiplin dan Sabar

Listen to this article

JEMBER lintasjatimnews.com – Pimpinan Ranting Aisyiyah Tanggul Kulon Tanggul mengadakan acara Bakti Sosial Anak Yatim, Piatu dan Dhuafa pada hari Sabtu, 6/4/2024, di Masjid Dakwah Kauman Tanggul Kulon Tanggul Jember.

Santunan anak yatim dan dhuafa ini merupakan program rutin yang di laksanakan setiap bulan puasa Ramadhan, memberikan bingkisan dan santunan kepada anak yatim siswa-siswi lembaga pendidikan Aisyiyah Cabang Tanggul dan janda dhuafa. Kegiatan ini berdasarkan ajaran KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dengan mentadaburi surah Al Ma’un seperti yang dibacakan ustadzah Halimatus Sa’diyah pada acara santunan tersebut.

Umi Kulsum Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Tanggul Kulon dalam sambutannya menyampaikan, “Kami sampaikan terimakasih atas kehadirannya memenuhi undangan kami, dan mohon maaf jika kami memberikan bingkisan yang tidak seberapa nilainya, dan insya Alloh akan bermanfaat dan barkah bagi anak-anak dan ibu-ibu sekalian sekeluarga, begitu pula kepada para donatur kami sampaikan terimakasih, semoga mendapatkan ganti pahala yang berlipat”, katanya.

“Program ini adalah program rutin yang kami laksanakan tiap tahun di bulan Ramadhan, sekali lagi kami sampaikan terimakasih kepada anak-anak dan ibu-ibu sekalian yang sudah turut serta mensukseskan program tahunan kami, kami berusaha sebagai seorang Aisyiyah, perempuan yang berkemajuan upaya memanfaatkan diri dalam memberi manfaat untuk kemaslahatan umat”, sambung Umi Kulsum.

Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Tanggul Jember, Hj Farida Nur Anisa S.Ag, mensupport acara Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Pimpinan Ranting Aisyiyah Tanggul Kulon Tanggul, dalam sambutan dan sekaligus tausyiyahnya Farida menjelaskan tentang hikmah puasa Ramadhan.

Farida dalam tausyiah menjelaskan, “Hikmah puasa yang bisa kita petik yang pertama adalah kedisiplinan, berpuasa ini sama halnya dengan melatih disiplin dalam kehidupan kita sehari-hari, karena melatih disiplin ini sangatlah sulit karena butuh keistiqomahan dan harus kita tanamkan dalam kehidupan dari kecil hingga saat ini”, Terangnya.

“Kok bisa puasa ini bisa melatih disiplin?”, lanjut Farida dalam tausiyahnya, karena dalam puasa sudah ada waktu yang ditentukan, misalkan ketika sahur di akhir waktu sebelum imsak, dan ketika berbuka diawal waktu ketika adzan Maghrib, jadi puasa melatih kita untuk disiplin tepat waktu.

“Yang kedua yaitu melatih kesabaran, selama 1 bulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus serta menahan hawa nafsu, tidak melakukan hal yang bisa membatalkan puasa seperti makan dan minum, sedangkan untuk hawa nafsu seperti amarah tidak membatalkan puasa kita, tetapi bisa mengurangi pahala kita”, paparan kelanjutan tausyiah Farida.

“Jadi agar kita melaksanakan ibadah puasa dengan sempurna dengan mengharapkan titel Muttaqin yang di janjikan oleh Allah maka kita harus melewati itu semua dengan sungguh-sungguh, dengan niat yang sepenuh hati”, harapan Farida dalam tausyiahnya.

“Ada keistiqomahan yang harus tetap kita jalankan di luar Ramadhan yaitu melaksanakan puasa-puasa Sunnah, Sholat tarawih tetap kita laksanakan yaitu Istiqomah sholat tahajud, kemudian zakat fitrah dan zakat mal yg biasa d kluarkan pada bulan ramadhan juga kita lanjutkan dengan shodaqoh di bulan berikutnya” kata Farida

“Jadi kebiasaan-kebiasaan itu yang harus kita tanamkan sehingga nanti setelah Ramadhan kitapun akan tetap melaksanakannya. Bagi yang berhasil menjaga keistiqomahan sampai setelah selesai Ramadhan maka Allah Insya Alloh memberikan gelar Muttaqin kepada kita semua, itu yang kita harapkan”, akhir tausyiah Farida.

Reporter : Heni