Garam SinarMu Dilaunching, Usaha Baru Majelis Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat PCM Kalitengah

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews.com – Majelis Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, PImpinan Cabang Muhammadiyah Kalitengah punya usaha baru produksi kemasan Garam SinarMu. Produk tersebut dilaunching bersamaan dengan kegiatan Milad ke-111 dan Pengukuhan bersama PC Muhammadiyah Kalitengah beserta ortomnya, November 2023. Terkait launching Kemasan Garam SinarMu tersebut, awak Lintadjatimnes.com menghubungi ketua PC Muhammadiyah Kalitengah Rodhi, S.Pd., M.Pd. melalui sambungan WhatsApp, Kamis (30/11/2023) ubtin. mebdaoatkan informasi lebih lanjut.

Rodhi menjelaskan bahwa Garam SinarMU tersebut dilaunching oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), K.H. Abdul Hakam Mubarok, LC.,M.Pd. dan Drs. M. Anwar, M.Pd. didampingi bapak Camat, Kapolsek dan Danramil Kalitengah dengan acara simbolis pengguntingan pita showroom dan pengemasan oleh masing-masing pimpinan secara bergantian.

Lebih lanjut Rodhi menjelaskan bahwa ada hal yang sangat menarik ketika Drs. M. Anwar, M.Pd. memberikan sambutan pengajian setelah launching. Anwar, Wakil ketua PDM yang membidangi Majelis Dikdasmen dan PNF dan Majelis Kesejahteraan Sosial dalam tausiyah secara spontan menyajikan inspirasi tentang garam.

Anwar memaparkan, terkait garam, dirinya teringat cerita empat putra raja ketika ditanya tentang cita-cita mereka oleh ayahnya. Tiga dari putra tersebut cita-citanya sama ingin meneruskan kakek dan ayahnya, yaitu menjadi raja. Namun ada satu putra yang punya cita-cita yang dianggap aneh dan rendah, yaitu ingin menjadi penjual garam. Anak yang bercita-cita me jadi penjual Akhirnya diusir dari kerajaan karena tidak pantas anak seorang raja menjadi penjual garam.

Lebih lanjut Anwar menjelaskan, suatu hari raja itu tersesat dan kelaparan. Akhirnya raja ditolong seseorang dan diberi makan dua macam menu makanan. Menu satunya adalah daging-dagingan yang cukup istimewa tapi oleh penolong tadi tidak diberi garam sama sekali, sedang menu yang lain cukup sederhana tapi diberi garam yang cukup.

Sang Raja nampaknya lebih menyukai menu yang sederhana lebih terasa nikmat. Seorang Penolong itu menjelaskan bahwa garam yang dianggap tidak berharga sesungguhnya adalah kunci nikmat hidup. Dan seorang penolong tersebut memberitahu bahwa dirinya adalah anak raja yang dulu hanya bercita-cita menjadi penjual garam.

Raja yang ditolongnya tersebut adalah ayahnya. Dan raja itu pun langsung minta maaf dan menyadari bagaimana pentingnya menjadi penjual garam.

Berdasarkan cerita tersebut, Anwar yang menjabatvwakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan memberi nasihat kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah Cabang Kalitengah. Kita harus bisa menjadi garam dalam kehidupan bermasyarakat. Yang selalu dibutuhkan untuk menjadikan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.

Kehadiran Muhammadiyah harus memberi rasa nikmat baik di lingkungan pemerintahan maupun dalam kehidupan sosial yang lebih luas.

Nasihat tersebut cukup inspiratif untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lilalamin, bahwa kehadiran Muhammadiyah harus menjadi minimal seperti garam, bermanfaat buat warga sekitar.

Rodhi juga berharap produksi garam SinarMu, bisa menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah di Kalitengah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di Kalitengah.

Reporter: M. Said