LAMONGAN lintasjatimnews.com – Ada Pasukan Sapu Jagat yang mendapat pujian masyarakat di karnaval Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur, Kamis 31/8/2023.
Pasukan yang terdiri dari 25 personil berseragam Pramuka lengkap itu adalah barisan paling akhir di karnaval yang diikuti seluruh lembaga pendidikan di Desa Sendangagung.
Dengan mengendarai sepeda motor Tossa yang didesain layaknya boks sampah ini mampu membersihkan sampah gelas, kotak kardus dan botol minuman yang habis diminum peserta karnaval sehingga jalan lintasan karnafal kembali bersih tanpa sampah berserakan.
Ide brilian ini diinisiasi Habib Chirzin SP, Wali kelas XI IPS 2 Madrasah Aliyah Al Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan. Sebagian anak didiknya XI IPS 2 yang tidak mengenakan kostum karnaval dimasukkan tim sapu jagat yang bertugas menyapu bersih sampah yang ditinggalkan peserta karnaval.
Ditanya tentang tim sapu jagat ini, ayah 3 anak ini menjawab, Santri harus dibiasakan bersih dan bertanggung jawab terhadap kesehatan lingkungan, terang alumnus IPB tahun 2011 ini.
“Dan ini bermula dari keprihatinan, karena hampir setiap ada even yang dihadiri banyak orang, pasti banyak sampah yang ditinggalkannya”, tambah ustadz yang asli Modo Lamongan ini.

Pujian datang dari Hajjah Nur Hidayah, salah satu warga Setuli Sendangagung. Ini luar biasa. Biasa karnaval atau kerumunan orang pasti meninggalkan sampah plastik, kali ini disapu bersih oleh anak-anak pondok pesantren Al Ishlah, ujar istri Haji Arif Santoso Djais ini.
Panut Supodo, Kepala Desa Sendangagung merasa berterimakasih atas partisipasi Madrasah Aliyah Al Ishlah dalam kegiatan karnaval tahun ini, dan lebih lagi adanya pasukan kebersihan yang menjadikan jalan kampung Sendangagung langsung bersih pasca karnaval ini.
Alhamdulillah, saya sangat respek sekaligus berterimakasih. Dan ucapan terimakasih itu saya sampaikan langsung sambil menyalami mereka.
Kami sebenarnya juga menyiapkan tim kebersihan di belakang barisan, tapi pada saat yang sama petugasnya berhalangan karena ada tugas gali kubur, karena ada warga yang meninggal dunia. Ucap pria yang kini berusia 57 tahun ini.
Harapan kami untuk peserta karnaval tadi semoga tahun depan dapat mengikuti kegiatan serupa yang lebih semarak lagi dengan menuangkan ide-ide kreatif khas generasi milenial.
2200 santri Ponpes Al Ishlah sangat berarti bagi kegiatan karnaval tahunan ini, pungkas Kades yang dikenal santun dan ramah ini.
Reporter; Gondo Waloyo








