Peringatan HUT RI Ke 78 Dengan Lima Spirit Mengisi Kemerdekaan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews.com – Dalam suasana memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78 ini, ada beberapa spirit hidup yang perlu kita tanamkan pada diri kita semua. Demikian disampaikan Fathurrahim Syuhadi pada khutbah Jumat, (18/6/2023)

Di awal khutbahnya, Fathurrahim Syuhadi mengajak memanjatkan puji syukur kepada Allah Swt. atas rahmad, taufik dan hidayah-NYA yang telah diberikan kepada kita semua berupa nikmat Islam dan nikmat Iman. Mudah-mudahan dengan tetap bersyukur kepada Allah Swt akan menambah keimanan kita semua

Kepala Perwakilan Wilayah Lamongan Lintasjatimnews.com ini mengajak untuk bersholawat kepada Nabi Muhammadiyah SAW, karena berkat Rasulullah SAW kita masih berada dalam ajaran agama yang benar, yaitu Agama Islam.

Pada kesempatan Shalat Jumat ini wartawan senior Lintasjatimnews.com Lamongan mengajak para jamaah shalat Jum’at untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt. karena hanya dengan iman dan taqwa kita akan memperoleh banyak keuntungan. Hanya dengan iman dan takwa jalan surga dapat kita gapai.

Selanjutnya mantan Kabiro Lintasjatimnews.com Lamongan ini mengajak mendoakan Saudara kita yang sedang dalam kesulitan hidupnya agar segera diberikan kemudahan oleh Allah Swt. Sehingga dapat menjalani hidup ini secara bahagia di dunia dan di akhirat.

Diungkapkan, bahwa suasana batin kita ada yang sangat senang dan ada yang merasa sedih dalam peringatan HUT RI ke 78 ini. Merasa senang karena kita telah merdeka dari penjajahan tiga setengah abad. Sebaliknya ada yang sedih karena merasa belum merdeka penuh hati. Karena di sana sini masih banyak ketimpangan ketimpangan

Dijelaskan ustad Fathurrahim Syuhadi, dalam suasana memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78 ini, ada lima spirit hidup yang perlu kita tanamkan pada diri kita semua, yaitu :

Pertama, Spirit Selalu Bersyukur pada Allah Swt.
Mudah-mudahan dengan tetap bersyukur kepada Allah Swt akan menambah keimanan kita semua. QS. Ibrahim : 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Kedua, Spirit Meningkatkan Ketaqwaan Kepada Allah Swt.
Pentingnya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt. Hal ini sesuai dengan Firman Allah Swt dalam QS Ali Imron : 102

تَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ا
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Ketiga, Spirit Meningkatkan Ibadah Kita Kepada Allah Swt.
Mengisi kemerdekaan dengan meningkatkan ibadah kepada Allah Swt. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzaariyaat: 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku.”

Keempat, Spirit Saling Tolong menolong dalam Kebaikan
Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam mengisi kemerdekaan kita harus saling tolong menolong dalam Kebaikan. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 2

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Dan jangan tolong meolong dalam keburukan

Kelima, Spirit Senantiasa Bersabar
Hidup di alam kemerdekaan tidak lepas dari segala kesulitan, untuk itu diperlukan kesabaran dalam menerima ujian. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Baqarah : 153

 الصَّابِرِينَ  اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”

“Lima hal ini penting kita jadikan pedoman dalam rangka mengisi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78 tahun ini. Semoga kita senantiasa dalam bimbingan Allah Swt,” pungkas penulis sejarah lokal di Lamongan ini.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Reporeter: Alfain Jalaludin Ramadhan