Mahasiswa KKN Umla Berikan Khutbah Jum’at

Listen to this article

LAMONGAN Lintasjatimnews.com – Mahasiswa kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) memberikan khutbah Jum’at pada hari Jum’at di Masjid Al Mukhsinun Dusun Sumur Juwet, Desa Rumpuk, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, (18/8/2013)

Mahasiswa kelompok 5 yang juga menjadi Koordinator KKN Desa Rumpuk, Alfain Jalaluddin Ramadlan, dalam khutbahnya menyampaikan tema tentang “Hikmah dan Keistimewaan al-Qur’an”.

Di awal khutbahnya, Alfain Jalaluddin Ramadlan, mengajak bersyukur kepada Allah Swt, karena telah memberikan nikmat kesehatan, kesempatan, dan iman, sehingga dapat melaksanakan sholat Jum’at secara berjama’ah.

Alfain-sapaan akrabnya- juga mengajak untuk bersholawat kepada Nabi Muhammadiyah SAW, karena berkat Rasulullah SAW Kita masih berada dalam ajaran agama yang benar, yaitu Agama Islam.

Kemudian Laki laki kelahiran tahun 2000 ini menjelaskan, Al-quran menurut terminologi yaitu firman Allah Swt mengandung mukjizat yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan perantara malaikat jibril yang tertulis di dalam mushab itu yang disampaikan kepada kita secara mutawatir. Membacanya dianggap ibadah dimulai dari surat al-fatihah dan diakhiri dengan surat an- Nas.

Lanjutnya, ketika kita membaca Al-Qur’an, menghafal Al-Qur’an dan mengamalkan Al-Qur’an maka kita akan mendapat banyak hikmah dan keistimewaan dari Allah Swt. Salah satunya yaitu pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah Swt.

“Membaca al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Namun, dalam ibadah ini Allah berjanji akan melipat gandakan pahalanya menjadi 10 kali lipat,” tuturnya.

Kemudian, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah ini mengutip hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud.

‎عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
‎“مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
‎لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ”

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Alloh, maka dia mendapatkan satu kebaikan dengannya. Dan satu kebaikan itu (dibalas) sepuluh lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf”.

Setelah itu, mahasiswa yang menjadi ketua UKM Al-Mujaddid Umla ini menceritakan kisah Muhammad Najah peserta Hafidz Indonesia tahun 2019 yang hafal 30 Juz dalam keadaan lumpuh otak.

“Saat masih dalam kandungan, ibundanya mengaku telah memperkenalkan Naja dengan al-Qur’an melalui lantunan ayat-ayat al-Qur’an yang diputarnya melalui handphone (HP), maupun kotak musik,” katanya.

Tidak hanya itu, ibu Naja juga sering mengundang anak yatim, maupun para santri untuk membaca Alquran secara berjamaah. Hingga diwaktu umur 40 hari dalam kandungan, para anak yatim yang biasanya dipanggil membaca Alquran telah khatam Alquran.

“Pada saat kelahiran, Naja lahir dalam kondisi prematur, sehingga harus dirawat secara intensif diruang anak. Selama dirawat diruangan khusus, ibunya tetap memperdengarkan Naja ayat-ayat Alquran di tempat tidurnya Naja di ruangan inkubator,” ungkapnya

Najah yang terkena lumpuh otak sejak kecil saja bisa menghafal al-Qur’an 30 juz. Sedangkan kita yang masih di berikan kesehatan oleh Allah, malas menghafal al-Qur’an.

“Oleh karena itu, lewat cerita ini, mari kita jadikan motivasi bersama, agar kita menghafal dan dekat dengan al-Qur’an ,” pungkasnya.

Reporter: Fathurrahim Syuhadi